Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
Basarnas Saat Evakuasi Puing Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Dream - Jasa Raharja menyatakan segera menyalurkan santunan kepada keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Penyaluran dilakukan menunggu tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri merilis daftar identitas para korban.
" Pemberian santunan ini kami usahakan akan selesai setelah kami mendapat identitas para korban dari DVI," ujar Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo, dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta.
Budi mengatakan begitu Jasa Raharja mendapatkan daftar identitas para korban, santunan diserahkan kepada pihak keluarga dan ahli waris. " Kami akan segera menyampaikan santunan yang menjadi hak dari ahli waris para korban," kata dia.
Selanjutnya, Budi mengatakan pihaknya telah menghubungi dan mendatangi pihak keluarga dari seluruh korban. Para keluarga berdomisili di 24 kabupaten dan kota dari 12 provinsi.
" Kami memohonkan untuk bisa memperoleh persyaratan untuk pemberian santunan dari Jasa Raharja," ucap dia.
Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat tersebut baru saja lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pontianak.
Dream - Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) terus melakukan pencarian black box pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. Sejak Minggu, KNKT menerjunkan thinker finder untuk menemukan black box tersebut.
" Mulai kemarin sore, kita sudah mengoperasikan thinker finder milik KNKT. Kita memiliki tiga alat tersebut," ujar Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta.
Soerjanto mengatakan, proses pencarian pada kemarin sore mengerahkan tim penyelam terpaksa dihentikan karena terkendala hujan deras. Pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, tim KNKT kembali turun ke lokasi untuk mempersempit area pencarian black box.
" Tadi malam sekitar jam 8 (20.00 WIB) teman-teman turun dengan perahu karet tapi tidak dengan penyelam untuk membikin istilahnya triangle untuk mempersempit area keberadaan black box," kata Soerjanto.
Triangle telah selesai dibuat. Soerjanto pun berharap black box dapat ditemukan hari ini. " Mudah-mudahan hari ini sudah kita temukan kedua black box," ucap dia.
Soerjanto menyatakan, KNKT bersama Basarnas akan mengoptimalkan pencarian black box. " Besok kita akan memberangkatkan kapal Baruna Jaya yang ada alat tambahan untuk menemukan black box," ucap dia.
Advertisement
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series