5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
(Foto: Worldofbuzz.com)
Dream - Sikap sabar dan penuh pengertian ditunjukkan seorang warga Malaysia bernama Ong.
Dia baru-baru ini berbagi pertemuannya dengan seorang sopir yang tidak bertanggung jawab.
Saat pulang dan ingin memasukkan mobil ke garasi, Ong menemukan sebuah mobil terparkir seenaknya di depan pintu pagar rumahnya.
Alih-alih menyalakan klakson dan membuat keributan di jalan, Ong menangani situasi tersebut dengan tingkat kesabaran yang tinggi.
Awalnya Ong mengira mobil yang menghalangi jalannya itu milik seorang tetangga yang tinggal tidak jauh dari rumahnya.
© Dream
Karena tetangganya itu sedang mengadakan upacara pemakaman, Ong dengan sabarnya membiarkan mobil itu tetap berada di tempatnya.
Sedangkan dia sendiri memilih memarkir mobilnya di samping mobil tersebut. Ong bahkan menunggu hingga jam 3 pagi.
Namun dia melihat mobil tersebut belum juga beranjak dari tempatnya. Ong pun membuat inisiatif dengan bertanya kepada tetangga tentang mobil misterius itu.
Ternyata tetangganya tidak ada yang mengaku sebagai pemilik mobil tersebut. Dalam kondisi seperti ini, orang biasa pasti meledak emosinya dan melampiaskannya dengan merusak mobil yang menghalangi jalan itu.
Postingan Ong sempat menarik perhatian warganet. Mereka merasa bersimpati kepada Ong yang terlalu sabar.
© Dream
Rata-rata warganet menyarankan Ong untuk memberi pelajaran pada sopir yang seenaknya dengan merusak mobil tersebut.
Namun Ong menolak saran yang dianggap tidak menyelesaikan masalah tersebut. Sebaliknya, Ong membiarkan mobil itu hingga keesokan paginya.
Besoknya, warganet masih penasaran dengan perkembangan masalah yang dihadapi Ong. Warganet berharap Ong berubah pikiran dan membunyikan klakson keras-keras untuk mencari tahu siapa pemilik mobil itu.
Namun, ternyata, mobil itu sudah pergi saat Ong bangun dan memeriksanya jam 8 pagi.
© Dream
Warganet memuji Ong atas kesabaran dan pendekatan tanpa kekerasan terhadap situasi menjengkelkan seperti itu.
Ong kemudian mengungkapkan mengapa dia tidak membunyikan klakson, bahkan tidak sekali pun, sepanjang kejadian tersebut.
" Pertama, hari itu sudah jam 3 pagi. Jika aku membunyikan klakson, aku akan mengganggu para tetangga.
" Kedua, tetangga sedang kesusahan dan aku sudah bertanya mereka dua kali. Mereka tidak tahu siapa pemilik mobil itu.
" Ketiga, aku bisa saja menghalangi jalan mobil itu dengan parkir seenaknya juga. Tapi jika aku melakukannya, maka aku sama saja dengan sopir mobil itu. Lagi pula, tetanggaku akan terhalang juga."
Jika semua sopir punya sikap seperti Ong, maka tidak perlu lagi ada keributan di jalan di masyarakat kita.
(Sumber: worldofbuzz.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?