Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Kasus Positif COVID-19 Di Indonesia Bertambah 6.130 Kasus. (Foto: Shutterstock)
Dream – Kementerian Kesehatan melaporkan penambahan kasus positif COVID-19 pada Sabtu 8 Mei 2021. Pada hari ini, kasus positif COVID-19 bergerak di kisaran cukup tinggi di atas 6.000 kasus.
Dibandingkan kemarin, pergerakan kasus baru Covid-19 memang mengalai penurunan menjadi 6.130 kasus hari ini. Dengan begitu, akumulasi kasus menjadi 1.709.762 kasus.
Penambahan kasus positif berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 74.547 spesimen.
Dikutip dari situs resmi Satgas.go.id, kasus meninggal hari ini bertambah 179 kasus. Total kasus meninggal hari ini sebanyak 46.842 orang akibat Covid-19.
Pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 5.494 kasus. Sehingga totalnya, 1.563.917 orang Indonesia sudah sembuh dari Covid-19.
Kementerian Kesehatan juga mencatat masih ada 457 kasus aktif yang masih menjalani perawatan.
Jumlah kasus aktif hari ini bertambah 457 kasus dibandingkan kemarin. Sementara itu, masih ada 86.552 kasus suspek.
Dream – Selain rambut rontok dan batuk yang terjadi terus menerus, saat ini terdapat efek samping lain yang bisa timbul pada penderita Covid-19, yaitu adalah garis pada kuku. Hal ini disampaikan oleh Tim Spector yang merupakan seorang ahli epidemiologi Inggris dan peneliti utama dari aplikasi Zoe COVID Symptom Study, melalui akun twitter-nya.
“ Apakah kuku kamu terlihat aneh? Efek kuku Covid ini semakin terlihat jelas ketika kuku tersebut telah pulih dari infeksi, dimana pada masa pertumbuhannya akan meninggalkan garis yang jelas, dapat terjadi tanpa ruam kulit bahkan terlihat tidak berbahaya," tulisnya.
![]()
Garis yang disebut sebagai garis Beau itu memiliki alur atau lekukan horizontal di lempeng kuku dan dapat disebabkan oleh gangguan pertumbuhan kuku karena cedera atau penyakit. Laporan kasus yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan mencatat fenomena tersebut terjadi pada banyak pasien Covid-19 di tempat lain. Melalui komentar postingan Tim Spector, beberapa orang yang pernah terinfeksi Covid juga mengatakan mereka pasti mengalami efek samping tersebut.
" Saya juga memperhatikan ini, dan rambut saya juga telah rontok 3 bulan setelah Covid," tulis salah satu akun.
" Ini adalah kuku pasca Covid saya! Ini kira-kira 2 bulan setelah infeksi," kata akun lain.
Dengan adanya pengakuan tersebut, banyak orang lain yang penasaran tentang efek samping dari tentang kuku Covid tersebut. Mulai dari seperti apa bentuknya, dan apakah hal itu merupakan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
" Ketika kamu mengalami stres fisiologis yang berat seperti mental illnes, pada dasarnya kamu mengalami pergeseran siklus kuku," kata Doris Day, seorang dokter kulit asal New York.
Ia menjelaskan garis Beau dapat terlihat pada semua kuku termasuk kuku kaki. Kemunculannya juga bukan berarti seseorang pernah menderita Covid-19. Dibutuhkan waktu dua hingga tiga bulan untuk muncul garis tersebut. Selain itu beberapa orang juga mungkin tidak dapat melihatnya, karena bentuknya tidak begitu jelas.

“ Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa segala jenis penyakit sistemik dapat mengganggu pertumbuhan kuku yang tercermin dari kelainan tampilan kuku,” ujar Amesh A. Adalja, MD, peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security di Maryland.
Ia menjelaskan, kuku Beau biasanya tidak perlu dikhawatirkan, karena hal tersebut hanya menunjukkan bahwa tubuh sedang mengalami sesuatu dan telah puli. Kabar baiknya, kuku dapat memperbaiki dirinya sendiri seiring berjalannya waktu tanpa pengobatan.
Laporan: Yuni Puspita Dewi/ Sumber: Health
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan