Fakta Sebenarnya Foto Viral Pemudik Berenang Karena Jembatan Suramadu Tutup

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 8 Mei 2021 14:23
Fakta Sebenarnya Foto Viral Pemudik Berenang Karena Jembatan Suramadu Tutup
Benarkah demikian?

Dream – Isu penyekatan arus pemudik dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab dengan menyebarkan informasi tak benar. Alasannya beragam. Dari sekadar iseng, bercanda, atau memang benar-benar ingin memicu kepanikan.

Salah satunya adalah sebuah foto yang beredar di media sosial tentang orang-orang yang berenang di laut. Foto ini diklaim sebagai pemudik yang berenang menuju Madura.

Mereka berenang karena Jembatan Suramadu ditutup akibat kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.

“ Dikarenakan jembatan dengan tujuan Surabaya Madura (Suramadu) ditutup. Terpaksa pemudik menggunakan jalur laut. Nabeng aman ekoh…” tulis Jujun Damacai di akun Facebook, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 8 Mei 2021.

 

1 dari 4 halaman

Faktanya

Dari hasil penelusuran diketahui foto itu bukanlah pemudik yang berenang karena Jembatan Suramadu ditutup. Foto tersebut menggambarkan aksi prajurit Marinir yang berenang menyeberangi Selat Madura pada tahun 2016 lalu.

Dilansir dari artikel merdeka.com berjudul " 2.016 Prajurit Marinir pecahkan rekor MURI seberangi Selat Madura" pada 28 April 2016. Sebanyak 2.016 Prajurit Marinir melakukan renang dengan menyeberangi Selat Madura. Start dimulai dari bawah jembatan Suramadu sisi Surabaya (Tambak Wedi) dan finish di Desa Labang Kecamatan Labang (kaki Suramadu Sisi Madura), Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis 28 April 2016.

Kemudian, 360 personel dari Resimen Kavaleri-1 Marinir, 50 personel dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan V Lantamal V Surabaya, 50 perenang dari Komando Pendidikan Korps Marinir (Kodikmar) dan 26 perenang dari Akademi Angkatan Laut.

Rekor Muri bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-15 Pasmar (Pasukan Marinir) 1 di tahun 2016. " Yang dilakukan prajurit ini untuk mengulang sejarah 20 tahun yang lalu, seperti yang pernah dilakukan oleh para senior Marinir TNI Angkatan Laut," terang Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi saat itu.

“ Tapi, yang perlu dicatat adalah yang dilakukan prajurit Marinir ini bukan masalah rekor Muri. Tapi, menguji kemampuan prajurit Marinir dan utamakan keselamatan, berangkat 2016 kembali 2016,” kata Supandi.

2 dari 4 halaman

Jembatan Suramadu Disekat

Sementara itu, dilansir dari Liputan6.com berjudul " Ingat, Mulai 6 Mei Pemudik Dilarang Melintas di Jembatan Suramadu" pada 3 Mei 2021. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum membenarkan bahwa jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) Jawa Timur, akan disekat pada 6 hingga 17 Mei 2021.

“ Ini dilakukan untuk meminimalisir mobilitas masyarakat saat larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya, Senin (3/5/2021).

Ganis mengatakan, petugas gabungan juga sudah mulai mendirikan titik penyekatan di dua arah Jembatan Suramadu, baik dari arah Surabaya maupun Madura. Nantinya pemudik atau pengendara akan diberhentikan di titik itu.

“ Pada 6 Mei, sudah tidak bisa melintas,” kata dia.

 

3 dari 4 halaman

Ini yang Akan Diperiksa Petugas

Di titik penyekatan itu, nantinya, petugas akan memeriksa pengendara yang hendak lewat. Perihal kepentingan dan keperluan apa mereka melintas.

" Jika ditemukan ada pemudik, maka mereka diminta putar balik ke daerah keberangkatan," ujarnya.

Ganis mengatakan, kendaraan yang boleh melintas di Jembatan Suramadu yakni mereka yang berkegiatan dinas, kepentingan pekerjaan, keperluan distribusi sembako dan logistik, serta ambulans.

Ganis menegaskan, penyekatan ini dilakukan sebagaimana larangan pemerintah, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

" Kami mengimbau masyarakat di Surabaya maupun Madura untuk mau mengerti dan menahan diri, agar tidak melakukan mudik lebaran 2021," ujarnya.

 

4 dari 4 halaman

Kesimpulan

Foto yang diklaim sebagai pemudik berenang karena Jembatan Suramadu ditutup adalah tidak benar. Faktanya, itu foto prajurit Marinir sedang renang seberangi Selat Madura yang terjadi pada tahun 2016.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Beri Komentar