Miris, Pasien Covid-19 di India Dibiarkan Meninggal Karena Krisis Tabung Oksigen

Reporter : Sugiono
Sabtu, 8 Mei 2021 16:01
Miris, Pasien Covid-19 di India Dibiarkan Meninggal Karena Krisis Tabung Oksigen
Padahal keluarga sudah membayar biaya Rp20 juta per hari demi mendapatkan tempat tidur rumah sakit yang langka.

Dream - Rekaman video mengerikan dari India memperlihatkan pasien Covid-19 yang dibiarkan meninggal kekurangan oksigen setelah dokter membiarkannya di bangsal rumah sakit.

Insiden tragis ini terjadi di Rumah Sakit Kriti, sebuah rumah sakit swasta dekat New Delhi, pada Jumat pekan lalu sekitar jam 9 malam.

Peristiwa tersebut terjadi setelah keluarga pasien diberitahu bahwa persediaan oksigen di rumah sakit menipis.

1 dari 4 halaman

Sudah Bayar Biaya Rawat Rp20 Juta

Dilansir Daily Mail, keluarga pasien merasa kesal setelah mendapat kabar salah satu anggota mereka yang sakit Covid-19 kehabisan tabung oksigen.

Padahal mereka sudah membayar hingga Rp20 juta per hari untuk sebuah tempat tidur rumah sakit yang saat ini sangat langka bagi pasien Covid-19 di India.

Begitu mendengar kabar tersebut, mereka bergegas ke rumah sakit. Namun mereka menemukan ruang administrasi kosong sementara bangsal ICU terkunci.

2 dari 4 halaman

Diselidiki Polisi

Ketika pintu bangsal akhirnya terbuka, keluarga pasien menemukan kerabat mereka yang sakit Covid-19 itu telah meninggal dunia.

Polisi sampai harus dipanggil untuk 'meredakan' situasi ketika keluarga menemukan staf medis dan dokter bersembunyi di kantin, dan mengancam akan membunuh mereka.

Dalam keterangannya, polisi mengatakan kalau rumah sakit itu sebenarnya tidak berwenang untuk merawat pasien Covid-19. Saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan terhadap rumah sakit tersebut.

3 dari 4 halaman

Dokter dan Nakes Sembunyi

Sebagai informasi RS Kriti memiliki 50 tempat tidur untuk pasien Covid. Menurut para dokter, mereka yang meninggal berusia antara 40 dan 80 tahun.

Administrasi rumah sakit mengkonfirmasi bahwa para dokter dan anggota staf untuk sementara 'bersembunyi'.

" Karena takut kehilangan nyawa, mereka bersembunyi di kantin untuk menghindari serangan keluarga pasien.

" Namun, para dokter dan staf kembali bekerja segera setelah polisi datang mengendalikan situasi," kata salah satu juru bicara.

4 dari 4 halaman

Sudah Diminta Pindahkan Pasien

Sementara itu, direktur rumah sakit, Swati Rathore, mengatakan keluarga pasien sebelumnya sudah diperingatkan untuk 'memindahkan kerabat mereka' di tengah krisis oksigen di India.

" Meskipun sudah diberitahukan, tidak ada yang datang memindahkan pasien hingga akhirnya terjadi korban," pungkas Swati.

Krisis Covid-19 yang paling akut terjadi di ibu kota India, New Delhi, di antara kota-kota lain.

Namun, di daerah pedesaan, yang merupakan tempat bagi hampir 70 persen dari 1,3 miliar warga India, menimbulkan lebih banyak tantangan akibat fasilitas perawatan kesehatan publik yang terbatas.

Beri Komentar