Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Pasien Covid-19 Dibiarkan Meninggal Kekurangan Oksigen Di India. (Foto: Jam Press)
Dream - Rekaman video mengerikan dari India memperlihatkan pasien Covid-19 yang dibiarkan meninggal kekurangan oksigen setelah dokter membiarkannya di bangsal rumah sakit.
Insiden tragis ini terjadi di Rumah Sakit Kriti, sebuah rumah sakit swasta dekat New Delhi, pada Jumat pekan lalu sekitar jam 9 malam.
Peristiwa tersebut terjadi setelah keluarga pasien diberitahu bahwa persediaan oksigen di rumah sakit menipis.
Dilansir Daily Mail, keluarga pasien merasa kesal setelah mendapat kabar salah satu anggota mereka yang sakit Covid-19 kehabisan tabung oksigen.
Padahal mereka sudah membayar hingga Rp20 juta per hari untuk sebuah tempat tidur rumah sakit yang saat ini sangat langka bagi pasien Covid-19 di India.
Begitu mendengar kabar tersebut, mereka bergegas ke rumah sakit. Namun mereka menemukan ruang administrasi kosong sementara bangsal ICU terkunci.
Ketika pintu bangsal akhirnya terbuka, keluarga pasien menemukan kerabat mereka yang sakit Covid-19 itu telah meninggal dunia.
Polisi sampai harus dipanggil untuk 'meredakan' situasi ketika keluarga menemukan staf medis dan dokter bersembunyi di kantin, dan mengancam akan membunuh mereka.
Dalam keterangannya, polisi mengatakan kalau rumah sakit itu sebenarnya tidak berwenang untuk merawat pasien Covid-19. Saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan terhadap rumah sakit tersebut.
Sebagai informasi RS Kriti memiliki 50 tempat tidur untuk pasien Covid. Menurut para dokter, mereka yang meninggal berusia antara 40 dan 80 tahun.
Administrasi rumah sakit mengkonfirmasi bahwa para dokter dan anggota staf untuk sementara 'bersembunyi'.
" Karena takut kehilangan nyawa, mereka bersembunyi di kantin untuk menghindari serangan keluarga pasien.
" Namun, para dokter dan staf kembali bekerja segera setelah polisi datang mengendalikan situasi," kata salah satu juru bicara.
Sementara itu, direktur rumah sakit, Swati Rathore, mengatakan keluarga pasien sebelumnya sudah diperingatkan untuk 'memindahkan kerabat mereka' di tengah krisis oksigen di India.
" Meskipun sudah diberitahukan, tidak ada yang datang memindahkan pasien hingga akhirnya terjadi korban," pungkas Swati.
Krisis Covid-19 yang paling akut terjadi di ibu kota India, New Delhi, di antara kota-kota lain.
Namun, di daerah pedesaan, yang merupakan tempat bagi hampir 70 persen dari 1,3 miliar warga India, menimbulkan lebih banyak tantangan akibat fasilitas perawatan kesehatan publik yang terbatas.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan