Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Keluarga Pasien Berjuang Mencari Oksigen (Shutterstock.com)
Dream - India kembali mencatatkan peningkatan kasus harian Covid-19. Pada Jumat ini, ada 414.188 kasus terkonfirmasi positif baru dan 3.915 kematian dalam sehari, menurut data Kementerian Kesehatan India.
Dikutip dari Straits Times, total kasus penularan Covid-19 India kini mencapai 21,49 juta kasus. Kemudian total kematian melonjak menjadi 234.083 kasus.
Negara di Asia Selatan itu mencatat adanya penambahan kasus positif mencapai 1,57 juta dalam sepekan terakhir. Sedangkan angka kematian bertambah 15.100 kasus hanya dalam satu pekan saja.
Warga India, negara dengan populasi penduduk terbesar kedua di dunia, sedang berjuang untuk mendapatkan tempat tidur, oksigen atau obat-obatan. Banyak di antara mereka meninggal akibat minimnya perawatan.
Sejumlah rumah sakit juga berjuang mencari tempat tidur dan oksigen menghadapi lonjakan angka penularan. Fasilitas medis sudah kewalahan menangani pasien.
WHO juga menyatakan kasus Covid-19 di India menyumbang hampir setengah kasus positif global. Selain itu, India menyumbang seperempat angka kematian akibat Covid-19 dunia.
Sejumlah pakar medis menyatakan angka Covid-19 di India sebenarnya bisa lima kali lebih besar dari perhitungan resmi.
Krisis Covid-19 India paling aku terjadi di Ibu Kota New Delhi dibandingkan kota-kota lain. Tetapi di kawasan perkampungan, di mana dihuni oleh 70 persen dari 1,3 miliar penduduk India, terbatasnya layanan kesehatan publik menimbulkan lebih banyak tantangan.
Perdana Menteri Narendra Modi menuai lebih banyak kecaman lantaran tak segera bertindak untuk menekan terjadinya gelombang kedua Covid-19. Tsunami Covid-19 di India sendiri dipicu oleh kerumunan saat perayaan keagamaan dan kampanye politik yang melibatkan puluhan ribu orang.
Lonjakan infeksi juga bertepatan dengan penurunan drastis dalam vaksinasi karena masalah pasokan dan pengiriman. Meskipun India adalah produsen utama vaksin.
Dream - Kondisi India cukup mengerikan di tengah pandemi Covid-19. Tercatat penambahan kasus harian Covid-19 mencapai 400 ribu pada Kamis, 6 Mei 2021 sehingga menambah total kasus menjadi 21 juta pasien.
Jika dibandingkan dengan populasi kota terpadat di Indonesia, DKI Jakarta, jumlah kasus yang sedang ditangani India ini setara dengan dua kali lipatnya. Merujuk Sensus Penduduk tahun 2020, jumlah penduduk Jakarta mencapai 10,56 juta orang.
Kementerian Kesehatan India melaporkan sebanyak 72,19 persen kasus harian disumbang oleh 10 negara bagian. Sedangkan Maharashtra kembali menjadi negara bagian yang menyumbang penambahan kasus terbanyak.
Beberapa negara bagian lain yang turut menyumbang kasus harian terbesar yaitu Kerala, Uttar Pradesh, Tamil Nadu, Delhi, dan Bengal Barat.
Total kasus aktif Covid-19 di India saat ini mencapai 3,5 juta kasus. Jumlah ini sekitar 16,92 persen dari kasus terkonfirmasi positif, dengan angka kasus aktif tertinggi dipegang Maharashtra.
Untuk kasus kematian harian, saat ini tercatat 3.980 kasus meninggal dunia. Total angka kematian akibat Covid-19 di India kini mencapai 230 ribu kasus.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan