Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Tenaga Kesehatan Berjalan Di Antara Jenazah Covid-19 Yang Dikremasi Di New Delhi, India (Shutterstock.com)
Dream - Pandemi Covid-19 yang sudah mengganas menjadikan India menghadapi beban sangat berat. Kasus Covid-19 terus melambung tinggi, demikian halnya dengan jumlah kematian setiap harinya.
Tenaga serta fasilitas kesehatan benar-benar sudah kewalahan menghadapi pandemi. Bahkan para dokter harus berhadapan pada pilihan yang sangat berat, memutuskan siapa yang hidup atau mati di antara pasien.
Kondisi ini dialami Rohan Aggarwal. Dokter muda 26 tahun itu terpaksa memutuskan siapa yang harus hidup dan siapa yang mati ketika pasien datang kepadanya dengan napas tersengal, sementara pihak keluarganya memohon belas kasihan.
Di salah satu rumah sakit terbaik India, Aggarwal menjadi dokter yang harus membuat keputusan berat tersebut. Keputusan itu diambilnya selama 27 jam kerja, termasuk giliran jaga malam di UGD sebuah rumah sakit di New Delhi.
Setiap orang tahu tidak ada cukup tempat tidur, tidak ada cukup oksigen atau ventilator untuk menyelamatkan setiap pasien yang datang di rumah sakit.
" Siapa yang selamat, siapa yang tidak selamat harus diputuskan oleh Tuhan. Kami tak melakukannya, kami hanya manusia. Tapi pada titik ini, kami melakukannya," ujar Aggarwal.
India mencatatkan rekor global dengan lebih dari 400 ribu kasus Covid-19 harian. Di Ibu Kota, hanya 20 lebih sedikit dari 5.000 tempat tidur ICU bisa tersedia dalam satu waktu.
Pasien harus berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, meninggal di jalanan atau di rumah. Sementara truk oksigen di bawah pengawalan aparat bersenjata bergerak ke fasilitas kesehatan dengan pasokan sangat sedikit.
Krematorium bekerja sepanjang waktu, mengeluarkan asap saat jenazah korban tiba setiap beberapa menit.
Selama shift maratonnya yang didokumentasikan oleh kantor berita Reuters untuk memberikan salah satu laporan paling komprehensif tentang rumah sakit yang kewalahan selama gelombang mengerikan di India, Aggarwal mengaku khawatir apa yang akan terjadi jika dia juga terinfeksi. Sementara dia sangat paham rumah sakitnya sendiri tidak mungkin menyediakan tempat tidur untuknya.
Aggarwal mengaku belum divaksinasi. Pada Januari saat vaksinasi untuk tenaga medis berjalan, dia sedang sakit dan pada Februari, dia bersantai.
" Kami semua salah paham, mengira virus telah hilang," kata dia.
Ketika Aggarwal memulai shiftnya sekitar jam 9 pagi, empat mayat tergeletak di salah satu area di mana staf seharusnya melepas peralatan pelindung mereka. Sedangkan di ruang gawat darurat, kondisinya semakin sempit.
Pasien dan kerabat memadati setiap ruang yang tersedia, banyak yang tidak mengenakan pelindung kecuali masker kain sederhana. Dokter dan perawat juga telah berhenti memakai peralatan pelindung lengkap karena terlalu sulit untuk bekerja.
Troli cukup dekat sehingga pasien dapat saling bersentuhan. Seorang pria bahkan terbaring di tempat penyimpanan yang dikelilingi oleh sampah limbah medis, seorang kerabat menyeret tabung oksigen baru saat seseorang kehabisan.
Sumber: Aljazeera.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa