Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tenaga Kesehatan Berada Di Lokasi Kremasi Jenazah Covid-19 Di New Delhi, India (Shutterstock.com)
Dream - Kondisi India cukup mengerikan di tengah pandemi Covid-19. Tercatat penambahan kasus harian Covid-19 mencapai 400 ribu pada Kamis, 6 Mei 2021 sehingga menambah total kasus menjadi 21 juta pasien.
Jika dibandingkan dengan populasi kota terpadat di Indonesia, DKI Jakarta, jumlah kasus yang sedang ditangani India ini setara dengan dua kali lipatnya. Merujuk Sensus Penduduk tahun 2020, jumlah penduduk Jakarta mencapai 10,56 juta orang.
Kementerian Kesehatan India melaporkan sebanyak 72,19 persen kasus harian disumbang oleh 10 negara bagian. Sedangkan Maharashtra kembali menjadi negara bagian yang menyumbang penambahan kasus terbanyak.
Beberapa negara bagian lain yang turut menyumbang kasus harian terbesar yaitu Kerala, Uttar Pradesh, Tamil Nadu, Delhi, dan Bengal Barat.
Total kasus aktif Covid-19 di India saat ini mencapai 3,5 juta kasus. Jumlah ini sekitar 16,92 persen dari kasus terkonfirmasi positif, dengan angka kasus aktif tertinggi dipegang Maharashtra.
Untuk kasus kematian harian, saat ini tercatat 3.980 kasus meninggal dunia. Total angka kematian akibat Covid-19 di India kini mencapai 230 ribu kasus.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Dream - Gelombang ke dua Covid-19 dan kematian yang ditimbulkannya telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan dan kesehatan masyarakat di India.
Petugas kesehatan di seluruh Negeri Bollywood bekerja hingga batas kemampuan mereka dalam menangani pasien yang terus bertambah tiap harinya.
Sementara itu pasien yang meninggal dunia akibat tertular Covid-19 sebagian besar tidak mendapatkan pemakaman yang layak.
Seperti yang terlihat dalam video viral yang baru-baru ini tersebar di media sosial hingga membuat siapa saja yang melihat merasa terenyuh.
Dikutip dari Daily Mail, pada hari Senin, terlihat rekaman yang memperlihatkan jasad korban Covid-19 dibuang begitu saja ke lubang tanpa pemakaman yang layak.
Tidak diketahui di mana lokasi tersebut, namun yang pasti video itu menunjukkan momen memilukan detik-detik terakhir korban Covid-19 di India.
Dalam video, seorang warga mendorong jasad korban Covid-19 ke dalam bak ekskavator menggunakan sebatang kayu.

Setelah itu, ekskavator tersebut bergerak menuju sebuah lubang yang telah dipersiapkan yang terletak tidak jauh dari desa itu.

Dengan sangat hati-hati ekskavator kemudian membuang jasad korban Covid-19 itu ke dalam lubang tersebut.

Sepertinya, warga desa memilih untuk menggunakan ekskavator karena takut tertular virus corona dari jasad tersebut.
Video tersebut hanya salah satu rekaman menyedihkan terkait gelombang kedua pandemi Covid-19 yang menyerang India saat ini.
Sebuah video memprihatinkan lainnya menunjukkan seorang wanita memberikan bantuan napas mulut ke mulut kepada ibunya yang positif Covid-19.

Dia berusaha menyelamatkan sang ibu karena saat ini rumah sakit di India hampir semuanya mengalami kekurangan tabung oksigen.
Informasi menyebutkan video itu diambil di dalam sebuah rumah sakit di negara bagian Uttar Pradesh pada hari Sabtu pekan lalu.
Sumber: DailyMail
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya