Saudi Pertimbangkan Penutupan Haji Untuk Jemaah Luar Negeri

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 7 Mei 2021 19:01
Saudi Pertimbangkan Penutupan Haji Untuk Jemaah Luar Negeri
Melonjaknya kasus Covid-19 global membuat Saudi disebut berencana menunda pembukaan haji untuk jemaah luar negeri.

Dream - Arab Saudi kemungkinan akan kembali melakukan penutupan penyelenggaraan ibadah haji untuk calon jemaah dari luar negeri. Dari sejumlah sumber yang tak mau disebutkan namanya, rencana ini muncul menyusul terjadi peningkatan kasus Covid-19 secara global serta kemunculan sejumlah varian baru SARS-CoV-2.

Ibadah haji tampaknya akan dibatasi untuk warga Saudi dan ekspatriat yang berdomisili di negara tersebut, dengan catatan sudah divaksin. Atau mereka yang sudah sembuh dari infeksi virus tersebut minimal dalam 6 bulan.

Dilaporkan Reuters, Saudi sempat akan membuka penyelenggaraan haji tahun ini untuk jemaah dari luar negeri dengan syarat sudah divaksinasi. Tetapi, rencana tersebut tampaknya akan ditangguhkan akibat munculnya kebingungan terkait jenis vaksin, tingkat kemanjurannya serta adanya varian baru.

Tahun lalu, Saudi menyelenggarakan haji secara tertutup hanya untuk warganya sendiri serta masyarakat ekspatriat yang sudah mukim atau berdomisili di sana. Jika hal yang sama terjadi, tahun ini akan menjadi musim haji kedua yang tertutup untuk jemaah dari luar negeri.

1 dari 1 halaman

Bantahan Kementerian Haji Saudi

Namun demikian, Kementerian Urusan Haji dan Umroh Saudi menyatakan belum mengeluarkan instruksi resmi untuk penyelenggaraan haji tahun ini.

Juru Bicara Kementerian Haji Saudi, Hisham Saeed, menyatakan Saudi ingin memungkinkan umat Islam dari seluruh dunia dapat melaksanakan haji tahun ini. " Namun, Kementerian tetap mengutamakan keselamatan jemaah haji," ujar Hisham, dilaporkan Saudi Gazette.

Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umroh, Abdel Fattah Mashat, mengatakan jemaah haji asing dan domestik dapat melakukan umroh sesuai dengan persyaratan kesehatan dan protokol pencegahan virus corona. Tata cara umroh dapat dilakukan melalui aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna.

Dia menegaskan, penerapan langkah-langkah kehati-hatian akan menjadi prioritas utama. Tentunya dengan tetap memungkinkan jemaah haji dalam dan luar negeri untuk beribadah.

Mashat meminta umat untuk tidak memperhatikan iklan apa pun di media sosial yang mengklaim bisa mengeluarkan izin umroh.

(sah, Sumber: Bloomberg)

Beri Komentar