Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Haji Di Tengah Pandemi Covid-19 (Shutterstock.com)
Dream - Arab Saudi kemungkinan akan kembali melakukan penutupan penyelenggaraan ibadah haji untuk calon jemaah dari luar negeri. Dari sejumlah sumber yang tak mau disebutkan namanya, rencana ini muncul menyusul terjadi peningkatan kasus Covid-19 secara global serta kemunculan sejumlah varian baru SARS-CoV-2.
Ibadah haji tampaknya akan dibatasi untuk warga Saudi dan ekspatriat yang berdomisili di negara tersebut, dengan catatan sudah divaksin. Atau mereka yang sudah sembuh dari infeksi virus tersebut minimal dalam 6 bulan.
Dilaporkan Reuters, Saudi sempat akan membuka penyelenggaraan haji tahun ini untuk jemaah dari luar negeri dengan syarat sudah divaksinasi. Tetapi, rencana tersebut tampaknya akan ditangguhkan akibat munculnya kebingungan terkait jenis vaksin, tingkat kemanjurannya serta adanya varian baru.
Tahun lalu, Saudi menyelenggarakan haji secara tertutup hanya untuk warganya sendiri serta masyarakat ekspatriat yang sudah mukim atau berdomisili di sana. Jika hal yang sama terjadi, tahun ini akan menjadi musim haji kedua yang tertutup untuk jemaah dari luar negeri.
Namun demikian, Kementerian Urusan Haji dan Umroh Saudi menyatakan belum mengeluarkan instruksi resmi untuk penyelenggaraan haji tahun ini.
Juru Bicara Kementerian Haji Saudi, Hisham Saeed, menyatakan Saudi ingin memungkinkan umat Islam dari seluruh dunia dapat melaksanakan haji tahun ini. " Namun, Kementerian tetap mengutamakan keselamatan jemaah haji," ujar Hisham, dilaporkan Saudi Gazette.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umroh, Abdel Fattah Mashat, mengatakan jemaah haji asing dan domestik dapat melakukan umroh sesuai dengan persyaratan kesehatan dan protokol pencegahan virus corona. Tata cara umroh dapat dilakukan melalui aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna.
Dia menegaskan, penerapan langkah-langkah kehati-hatian akan menjadi prioritas utama. Tentunya dengan tetap memungkinkan jemaah haji dalam dan luar negeri untuk beribadah.
Mashat meminta umat untuk tidak memperhatikan iklan apa pun di media sosial yang mengklaim bisa mengeluarkan izin umroh.
(sah, Sumber: Bloomberg)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya