95 Masjid Rusak Akibat Bencana Palu dan Donggala

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 18 Oktober 2018 16:01
95 Masjid Rusak Akibat Bencana Palu dan Donggala
DMI bersama Kemenag terus melakukan pendataan.

Dream - Bencana alam yang melanda Palu dan Donggala serta beberapa daerah lain di Sulawesi Tengah mengancurkan sejumlah bangunan. Sebagian di antaranya adalah masjid.

Catatan Dewan Masjid Indonesia, sebanyak 95 masjid rusak akibat gempa, tsunami, sekaligus likuifaksi. Data ini masih bersifat sementara.

Ketua DMI Kota Palu, Moh Ikbal Andi Mangga, berterima kasih kepada para ustaz dan takmir yang telah mengirimkan data masjid yang mengalami kerusakan.

" Data tersebut saat ini diproses di Kementerian Agama untuk mendapatkan perhatian dan bantuan pemerintah," ujar Ikbal, dikutip dari Merdeka, Kamis 18 Oktober 2018.

Ikbal mengatakan, saat ini DMI bersama Kemenag terus melakukan pendataan masjid terdampak bencana di Palu. Diperkirakan jumlah masjid rusak dapat bertambah.

" Perkiraan DMI, jumlah masjid yang rusak sekitar 127 masjid atau 40 persen dari total masjid di Kota Palu," ujar Ikbal.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kota Palu ini, masjid rusak kebanyakan berada di Kecamatan Palu Barat dan Palu Selatan. Nantinya, masjid-masjid tersebut diperbaiki menggunakan dana bantuan Kemenag.

" Kategori kerusakan meliputi rusak ringan, sedang dan berat. Rusak berat definisinya bahwa masjid tersebut sudah tidak dapat digunakan dan ini yang diprioritaskan untuk dibangun kembali," kata dia.

Sementara, Ikbal mengatakan pihaknya belum memiliki data mengenai imam maupun takmir (pengurus) masjid yang meninggal akibat bencana. Dia meminta bantuan masyarakat untuk menghubungi DMI apabila mengetahui ada korban bencana Palu yang merupakan imam dan takmir masjid.

" Minta tolong kalau ada yang mengetahui atau ada informasi tentang imam atau takmir masjid yang meninggal saat gempa dan tsunami, dapat menghubungi untuk didata," kata dia.

Nantinya, bantuan DMI Pusat akan menyalurkan bantuan baik untuk perbaikan masjid maupun kepada para imam serta takmir masjid yang meninggal dunia. Bantuan tersebut di luar dana dari Kemenag.

Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (Simas) Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Dirjen Bimas Islam Kemenag, total masjid yang berdiri di Kota Palu sebanyak 382 masjid. Sebagian mengalami kerusakan akibat bencana pada Jumat 28 September 2018 lalu.

Sumber: Merdeka.

1 dari 2 halaman

Bantu Bersihkan Reruntuhan Gempa Palu, PBB Bakal Beri Uang Tunai

Dream – Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) akan meluncurkan program cash-for-work atau pemberian dana tunai untuk mereka yang membantu membersihkan reruntuhan akibat gempa Donggala, Sulawesi Tengah. Program serupa pernah dijalankan di Nepal saat negara itu dilanda gempa besar.

Program itu dibentuk sebagai bayaran dari pekerjaan membersihkan reruntuhan bangunan akibat bencana tsunami dan gempa bumi yang melanda Sulawesi Tengah.

Program ini merupakan bagian dari program bantuan bencana UNDP senilai US$1,4 juta, atau Rp21 miliar untuk membantu upaya pemulihan lokasi gempa.

Prakarsa cash-for-work ini akan memperkerjakan 3.500 orang. UNDP berharap program ini memberi manfaat bagi ke lebih dari 15.000 orang di lokasi yang paling parah tertimpa bencana.

“ Pembersihan reruntuhan merupakan salah satu bagian terpenting dari operasi bantuan atas bencana. Tindakan yang segera kami lakukan terkait tata kelola reruntuhan dan infrastruktur adalah dengan memprioritaskan daerah-daerah penerima bantuan kemanusiaan,” kata Direktur UNDP Indonesia, Christophe Bahuet.

“ Kami harapkan program ini membantu para warga untuk segera pulih,” ujar dia.

Tim dari UNDP Indonesia langsung tiba di lokasi sejak pekan pertama bencana. Mereka datang untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengkaji kebutuhan bagi pemulihan tahap awal.

Program cash-for-work dan program pemulihan bertumpu pada pengalaman UNDP dalam rekonstruksi dan pembangunan kembali Nepal yang ditimpa bencana alam serta Filipina yang diterjang badai Pablo di 2012.(Sah)

2 dari 2 halaman

Kunjungi Lokasi Gempa Palu, Sekjen PBB: Saya Melihat Kehancuran

Dream – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres mengunjungi korban terdampak bencana di rumah sakit lapangan dan pos penampungan serta beberapa titik terdampak di Kota Palu, Sulawesi Tengah, 12 Oktober 2018.

Sebelum berkunjung ke beberapa titik, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei memaparkan wilayah yang terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi, sekaligus penanganan darurat pascagempa JK dan Gutteres.

Willem mengatakan, penanganan darurat masih berlangsung dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah memperpanjang status tanggap darurat hingga 26 Oktober 2018.

Gutteres mengaku terkesan dengan ketanggapan pemerintah dalam penanganan bencana. Proses penanganan dapat berlangsung baik setelah akses darat dan laut diperbaiki serta pemulihan kebutuhan dasar seperti listrik, air dan bahan bakar minyak (BBM).

Dalam kunjungan tersebut, JK dan Gutteres sempat meninjau Balaroa. Wilayah yang rusak akibat likuifaksi dan Pantai Talise yang tersapu tsunami. Gutteres mengatakan, dia akan selalu bersama dengan masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulawesi Tengah.

“ Di sini, di Palu, saya melihat langsung kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami baru-baru ini. Ketika bertemu dan berbincang dengan beberapa orang, mereka menunjukkan kekuatan dan ketangguhan yang luar biasa. PBB bersama Anda untuk mendukung pemerintah dalam upaya penyelamatan dan pemulihan,” kata Gutteres, dalam keterangan resminya.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan mengenai bantuan internasional, BNPB akan bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre). Indonesia telah menerima bantuan internasional dari negara-negara ASEAN dan 16 negara.

Gempa dengan magnitudo 7,3 skala Richter yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu mengakibatkan 2.090 jiwa meninggal dunia, 10.679 luka berat, dan lebih dari 87.000 mengungsi.

Saat ini, pemerintah daerah setempat dengan dukungan kementerian atau lembaga sedang melakukan survei lokasi untuk pembangunan hunian sementara.(Sah)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik