Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Syeikh Ali Jaber (Liputan6.com)
Dream - Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, meminta semua pihak tidak buru-buru menyimpulkan penusuk Syekh Ali Jaber merupakan orang yang mengalami gangguan jiwa atau Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
" Hakim dapat memerintahkan agar pelaku semacam itu dirawat di RS jiwa, tapi jika kasus buru-buru disetop di tingkat penyelidikan bagaimana mungkin perintah hakim tersebut bisa ada?" ujar Reza, dikutip dari Liputan6.com.
Menurut Reza, harus didalami secara komprehensif untuk membuktikan tingkat gangguan jiwa yang dialami tersangka. Karena tidak semua gangguan jiwa bisa mendapatkan pemaafan hukum.
" Gangguan jiwa tipe apa? Apakah termasuk tipe yang mendapatkan pemaafan hukum?" kata dia.
Reza menambahkan, jika memang pelaku tergolong ODGJ dan jatuh vonis yang menyatakan hal tersebut, maka orang yang bertanggung jawab menjaga pelaku bisa terkena kasus pidana. Sebab, pihak tersebut bisa dianggap lalai lantaran membiarkan pelaku beraksi membahayakan orang lain.
Reza pun mempertanyakan kasus penusukan yang dialami beberapa ulama sebelumnya. Para pelaku dinyatakan ODGJ, sehingga penyelidikan dihentikan oleh polisi.
" Apa kabar para pelaku penyerangan pemuka agama pada kejadian-kejadian terdahulu, yang disebut juga mengidap gangguan jiwa? Mereka dirawat?" kata dia.
Sumber: Liputan6.com
Dream - Kasus penusukan yang dialami pendakwah kenamaan, Syeikh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau Syeikh Ali Jaber, memicu kecaman dari berbagai pihak. Termasuk dari Majelis Ulama Indonesia.
Sekjen MUI, Anwar Abbas, mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus penusukan tersebut sampai ke akarnya. Ini agar tidak terjadi sikap saling curiga di tengah masyarakat.
" MUI meminta kepada Pemerintah dan para penegak hukum kalau ada jaringan yang mendukung di belakangnya, maka harus dibongkar sampai ke akar-akarnya agar tidak menyisakan kecurigaan sedikit pun juga kepada pemerintah, terutama kepada para penegak hukumnya," ujar Abbas, dikutip dari Liputan6.com.
Ini sejalan dengan instruksi Menkopolhukam, Mahfud MD, agar aparat mengungkap motif pelaku dan jaringan yang ada di balik kasus penusukan tersebut.
" MUI benar-benar mengharapkan semoga instruksi Menkopolhukam tersebut benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik oleh pihak terkait agar keadilan dan kebenaran benar-benar tegak di negeri ini. Dan untuk itu rakyat menunggu buktinya," kata Abbas.
Abbas menyatakan perbuatan pelaku tidak dapat diterima. Terlebih, ulama menjadi sasaran atas upaya penyerangan tersebut sehingga dia meminta aparat tidak menggantungkan proses hukum atas kasus ini.
" Tindak penusukan itu adalah musuh kedamaian dan perusak persatuan dan kesatuan. Untuk itu MUI meminta supaya si pelaku diproses secepatnya dan seadil-adilnya, karena kalau tidak, maka dia akan sangat mengganggu ketenangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini, di mana ulama yang merupakan sosok yang sangat dihormati oleh umatnya sangat terancam jiwanya," kata Abbas.
Lebih lanjut, Abbas menyatakan kasus ini benar-benar menunjukkan permusuhan kepada ulama. Juga sangat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
" Ini benar-benar mencerminkan tindakan permusuhan terang-terangan terhadap ulama dan tindakan ini jelas-jelas sangat berbahaya karena akan merusak persatuan dan kesatuan serta akan menumbuhsuburkan kecurigaan di antara sesama warga bangsa," ucap Abbas.
Sumber: Liputan6.com/Yopi Makdori
Dream - Insiden mengerikan menimpa pendakwah Syekh Ali Jaber. Saat berceramah di Bandar Lampung, hari ini, Minggu 13 September 2020, ia ditusuk oleh orang tak dikenal. Video penusukan beredar di berbagai media sosial seperti Instagram dan Twitter.
Awalnya, Syekh Ali duduk di atas panggung dan sedang berbincang dengan santri perempuan di Mesjid Fallahudin. Tiba-tiba seorang pria memakai baju ungu berlari kencang ke arah panggung.

Pria muda tersebut memegang pisau kemudian menusuk Syekh Ali yang sedang duduk memberikan tausiyah. Sontak, jemaah di sekitar menghampiri Syekh Ali berusaha menyelamatkannya.
Beruntung Syekh Ali bisa diselamatkan, namun luka di lengannya cukup parah. Ia sudah ditangani di rumah sakit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya