Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Akankah Citarum Harum Terealisasi?

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 18 Februari 2019 16:01
Akankah Citarum Harum Terealisasi?
Pencemaran di Sungai Citarum telah melebihi ambang batas.

Dream - Tercemarnya Sungai Citarum menyedot perhatian dunia. Salah satu sungai besar yang menjadi andalan masyarakat Jawa Barat ini dinobatkan sebagai sungai paling kotor di dunia oleh Bank Dunia.

Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil, mengatakan, Sungai Citarum memiliki peran yang sangat vital bagi masyarakat, tidak hanya di Jawa Barat melainkan hingga DKI Jakarta.

" Menjadi sumber kehidupan 27,5 juta jiwa, 17,5 juta Jawa Barat dan 10 juta DKI Jakarta," ujar Rizal dalam seminar nasional " Membedah Citarum dari Hulu Hingga ke Jakarta" di Gedung BPK, Jakarta, Senin 18 Februari 2019.

Rizal mengatakan Citarum mengairi sekitar 420 ribu hektare sawah. Selain itu, sungai besar tersebut menjadi pemasok air utama dari tiga waduk besar, Saguling, Cirata, dan Jatiluhur.

Sementara, kata Rizal, pencemaran Citarum sudah berlangsung sejak di hulu. Ini terjadi lantaran beberapa persoalan seperti alih fungsi lahan di daerah hulu, pembuangan limbah ternak, rumah tangga, hingga industri yang tarafnya sudah melebihi ambang batas.

" Pertanyaannya, apakah mereka (masyarakat) pernah diberi sosialisasi?" ucap dia.

Menurut Rizal, program pemerintah untuk melestarikan Sungai Citarum melalui 'Citarum Harum' sangat perlu melibatkan masyarakat. Jika masyarakat diberikan pemahaman akan pentingnya menjaga lingkungan, bukan hal yang tidak mungkin Citarum Harum benar-benar terwujud.

" Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di sungai Citarum adalah kunci," ucap dia.

Pada kesempatan yang sama, Anggota V BPK, Isma Yatun, berharap upaya perbaikan ekosistem Citarum yang saat ini digalakkan tidak sekadar untuk menghilangkan bau busuknya saja. Lebih dari itu, upaya tersebut harus dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar baik dari sisi ekonomi, sosial, dan lainnya.

" Citarum Harum itu kan berkonotasi baunya saja yang harum, tapi secara keekonomian memberikan dampak harum, ekologi juga memberikan dampak harum dan sosial dampaknya harum," ucap Isma.

Beri Komentar