Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masyarakat Tengah Menyeberang Sungai Citarum Penuh Sampah (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Tercemarnya Sungai Citarum menyedot perhatian dunia. Salah satu sungai besar yang menjadi andalan masyarakat Jawa Barat ini dinobatkan sebagai sungai paling kotor di dunia oleh Bank Dunia.
Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil, mengatakan, Sungai Citarum memiliki peran yang sangat vital bagi masyarakat, tidak hanya di Jawa Barat melainkan hingga DKI Jakarta.
" Menjadi sumber kehidupan 27,5 juta jiwa, 17,5 juta Jawa Barat dan 10 juta DKI Jakarta," ujar Rizal dalam seminar nasional " Membedah Citarum dari Hulu Hingga ke Jakarta" di Gedung BPK, Jakarta, Senin 18 Februari 2019.
Rizal mengatakan Citarum mengairi sekitar 420 ribu hektare sawah. Selain itu, sungai besar tersebut menjadi pemasok air utama dari tiga waduk besar, Saguling, Cirata, dan Jatiluhur.
Sementara, kata Rizal, pencemaran Citarum sudah berlangsung sejak di hulu. Ini terjadi lantaran beberapa persoalan seperti alih fungsi lahan di daerah hulu, pembuangan limbah ternak, rumah tangga, hingga industri yang tarafnya sudah melebihi ambang batas.
" Pertanyaannya, apakah mereka (masyarakat) pernah diberi sosialisasi?" ucap dia.
Menurut Rizal, program pemerintah untuk melestarikan Sungai Citarum melalui 'Citarum Harum' sangat perlu melibatkan masyarakat. Jika masyarakat diberikan pemahaman akan pentingnya menjaga lingkungan, bukan hal yang tidak mungkin Citarum Harum benar-benar terwujud.
" Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di sungai Citarum adalah kunci," ucap dia.
Pada kesempatan yang sama, Anggota V BPK, Isma Yatun, berharap upaya perbaikan ekosistem Citarum yang saat ini digalakkan tidak sekadar untuk menghilangkan bau busuknya saja. Lebih dari itu, upaya tersebut harus dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar baik dari sisi ekonomi, sosial, dan lainnya.
" Citarum Harum itu kan berkonotasi baunya saja yang harum, tapi secara keekonomian memberikan dampak harum, ekologi juga memberikan dampak harum dan sosial dampaknya harum," ucap Isma.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya