Pesan Terakhir Murid SD Korban Bully: Tuhan, Tolong Cabut Nyawa Saya

Reporter : Sugiono
Senin, 18 Februari 2019 08:01
Pesan Terakhir Murid SD Korban Bully: Tuhan, Tolong Cabut Nyawa Saya
Surat itu dikirimkan ke sang guru sebelum bocah tersebut mengakhiri hidupnya.

Dream - Karena tidak tahan terus-terusan jadi korban perundungan, seorang anak SD kelas 2 di Sydney, Australia menulis pesan bunuh diri kepada gurunya.

" Tuhan, tolong cabut nyawa saya," itulah kata-kata pada pesan yang ditinggalkan oleh Jack Wilkinson.

Seminggu sebelum insiden, pesan bunuh diri itu ditinggalkan di atas meja gurunya. Jack mengaku dipukuli oleh teman-teman sekelas selama 10 menit.

Menurut ibunya, Kristy Sturgess, Jack memiliki masalah Anxiety Disoder atau gangguan kecemasan yang dialaminya sejak usia muda.

Karena itu, Jack terpaksa bertahan dengan segala kekejaman yang diterimanya di sekolahnya.

1 dari 2 halaman

Awalnya Hanya Dibully Secara Verbal

Menurut Kristy, awalnya Jack hanya menjadi korban perundungan verbal. Dia disebut gila oleh teman-temannya.

Namun semuanya berubah ketika dia masuk kelas 2. Jack mulai menerima perundungan secara fisik. " Selalu ada saja teman yang melihat Jack menjadi sasaran empuk bullying," kata ibunya.

Kata Kristy, ketika Jack berusia 6 dan 7 tahun, dia pulang dari sekolah sambil menangis dan memohon agar diizinkan tidak pergi ke sekolah lagi.

Jack sebenarnya telah menjadi korban bullying sejak hari pertama masuk kelas 2.

Pada awalnya, dia hanya dipukul di bagian kepala beberapa kali sebelum menjadi korban bullying yang lebih buruk.

Bullying fisik selama 10 menit itu terjadi di taman bermain dan dilaporkan oleh saudara kembar Jack, Hunter.

Seminggu kemudian, Jack menulis pesan bunuh diri di atas meja gurunya di sekolah.

2 dari 2 halaman

Menjalani Terapi Seni

Untungnya, kondisi Jack yang semakin buruk tersebut segera disadari oleh berbagai pihak.

Untuk mengatasi gangguan kecemasan dan menyelamatkan Jack dari menjadi korban bullying lagi, ibunya mengajak Jack untuk menjalani terapi seni.

Jack mulai menunjukkan perubahan positif. Jack memiliki bakat seni yang baik. Dengan bakat seni, Jack mampu mengatasi kecemasan dan trauma bullying yang dialaminya.

Tidak ingin berhenti di situ, Jack dengan bantuan ibunya membuat gambar pada kaos untuk dijual secara online.

Hasil penjualan kaos akan disumbangkan ke Kid's Hepline, sebuah badan amal yang akan memberikan bantuan kepada anak-anak yang mengalami nasib serupa dengan Jack.

Sumber: Siakapkeli.my

Beri Komentar