Akhir Mengenaskan Pertarungan King Kobra Vs Piton Raksasa

Reporter : Sugiono
Rabu, 7 Februari 2018 11:20
Akhir Mengenaskan Pertarungan King Kobra Vs Piton Raksasa
Reticulated Python, yang di Indonesia lebih umum dikenal sebagai Sanca Batik, maupun King Kobra adalah reptil asli Asia Tenggara.

Dream - Dalam foto dramatis yang dibagikan di Imgur pada 1 Februari terlihat sebuah adegan pertarungan hebat sampai mati antara dua ekor ular raksasa, Reticulated Python (Python reticulatus) dan King Kobra (Ophiophagus hannah).

Reticulated Python, yang di Indonesia lebih umum dikenal sebagai Sanca Batik, maupun King Kobra adalah reptil asli Asia Tenggara. Baik Sanca Batik dan King Kobra merupakan jenis ular terbesar di dunia.

Sanca Batik adalah jenis ular piton terpanjang dan terberat di dunia. Panjang tubuhnya bisa mencapai 7 meter dan beratnya sampai 75 kilogram. Ular jenis ini mengandalkan belitan yang sangat mematikan untuk membunuh mangsa atau musuhnya.

Sementara itu, King Kobra panjangnya hingga 5,5 meter dengan berat tubuh mencapai 9 kilogram. Berbeda dari ular piton, King Kobra memiliki bisa yang sangat kuat hingga bisa membunuh seekor gajah sekalipun.

Namun, ketika dua raksasa mematikan ini bertemu dan bertarung, ternyata hasilnya seri. Tidak ada yang menang atau kalah, karena keduanya sama-sama mati.

Foto pertarungan sampai mati antara dua ekor ular raksasa itu terekam di sebuah selokan dangkal dekat dengan rumah penduduk.

 Ular Piton vs King Kobra, Siapa Menang?© Imgur

Di sekitar area pertempuran tersebut terdapat beberapa bekas botol air mineral kosong dan sampah lain yang berserakan.

" Lokasinya hampir dipastikan di Asia yang beriklim tropis, karena itu adalah satu-satunya tempat di mana kedua spesies ular itu tinggal dialam liar," kata Frank Burbrink, seorang kurator asosiasi di Departemen Herpetologi di Museum Sejarah Alam Amerika di New York City, kepada Live Science.

1 dari 3 halaman

Pergulatan yang Membingungkan

Sekilas, sulit untuk mengatakan dari gambar itu di mana satu tubuh ular berakhir dan di mana yang lain dimulai.

Namun saat dilihat lebih dekat akan terlihat bagaimana pergulatan maut itu berakhir. Rupanya rahang King Kobra mengunci leher Sanca Batik.

Sementara tubuh Sanca Batik yang punya pola berlian itu melilit erat di sekitar leher dan tubuh bagian atas King Kobra.

Burbrink menjelaskan, jika dilihat dari garis-garis putih pada tubuh King Kobra, maka bisa dipastikan itu adalah ular dewasa.

" Mereka benar-benar berukuran besar. Kobra remaja punya tanda pola cincin jelas pada tubuhnya. Tapi dalam gambar tidak terdapat tanda-tanda itu, yang mengindikasikan itu ular dewasa," katanya.

Menurut Burbrink, tanda putih itu adalah sisa-sisa pola cincin yang ditemukan pada kobra remaja, yang jauh lebih cerah saat mereka muda.

2 dari 3 halaman

Siapa yang Menyerang Duluan?

Sanca Batik itu ukurannya seimbang dengan King Kobra yang menjadi lawannya. Namun yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang menyerang terlebih dahulu?

Seorang sarjana di School of Biological Sciences di University of Nebraska-Lincoln memiliki penjelasannya.

Menurut Shab Mohammadi, pertarungan sengit dimulai saat kobra menyerang ular piton sebagai mangsanya.

" King Kobra memakan hampir secara eksklusif ular lainnya. Sementara Sanca Batik biasanya hanya makan mamalia atau burung," kata Mohammadi.

Kata Mohammadi lagi, Sanca Batik itu sepertinya hanya berusaha untuk mempertahankan dirinya.

3 dari 3 halaman

Jalannya Pertarungan

Setelah diserang, Sanca Batik mungkin mencoba untuk melarikan diri. Tapi karena Sanca Batik bergerak lambat sehingga mengalami kesulitan untuk menghindari King Kobra yang jauh lebih cepat.

" Kobra melumpuhkan mangsanya dengan gigitan berbisa, dengan menyuntikkan neurotoxin yang melumpuhkan otot-otot pernapasan," jelas Burbrink.

Burbrink menambahkan, kobra tidak harus menunggu sampai mangsanya mati sebelum menelannya. Namun hal itulah yang menyebabkan kobra justru menemui ajalnya.

Kobra itu mungkin terlalu dekat saat menunggu mangsanya sehingga dia tidak sempat menghindari belitan Sanca Batik itu.

Belitan yang kuat tampaknya telah berhasil menjebak dan membunuh kobra tersebut. Bahkan saat ular piton itu mati akibat bisa kobra itu.

" Semua ular pembelit menggunakan strategi umum yang sama untuk membelit mangsa," kata Mohammadi. " Mereka mencekik mangsanya. Setiap kali mangsa menghembuskan nafas, mereka menekan lebih kuat. Ini dilakukan untuk mempersempit napas mangsa hingga akhirnya tercekik."

Menurut Live Science, belitan mematikan ular piton juga menghalangi aliran darah di tubuh mangsa mereka. Dengan cara ini mangsa akan lebih cepat mati dibandingkan karena mati lemas.

Beri Komentar