Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Waziran Dirajam Hingga Mati (kiri). Ayah Waziran Menangisi Kematian Putrinya (kanan). (Foto: Cuplikan Video)
Dream - Sebuah kejadian memilukan menimpa seorang istri bernama Waziran di Distrik Sindh, Jamshoro, Pakistan.
Waziran dirajam dengan batu sampai mati oleh suaminya sendiri, Baksh. Dalam aksi keji itu, Baksh dibantu kakaknya Kareem.
Bukan hanya dirajam, wanita cantik berusia 24 tahun itu juga dimutilasi. Mayatnya yang sudah terpotong-potong kemudian dibuang di pinggir jalan tol dekat Desa Wadda Chachar.
Insiden yang mengerikan sekaligus memilukan itu terjadi pada 27 Juni. Baksh tega melakukan kekejian itu dengan alasan untuk menjaga kehormatan.
Awalnya, ayah Waziran, Gul Muhammad, mengatakan kepada polisi bahwa putrinya itu meninggal karena kecelakaan.
Namun, belakangan dia menarik kembali pernyataannya. Gul menduga putrinya dibunuh oleh Baksh dan saudaranya, Kareem.
Akibat perbuatan keji yang tak manusiawi itu, kakak beradik itu ditangkap dan ditahan oleh polisi.
Aktivis HAM Pakistan, Ayaz Latif Palijo, mengecam kebiadaban kakak beradik itu melalui postingan video di Twitter.
Dalam video itu memperlihatkan ayah Waziran, Gul Muhammad, menangisi makam putrinya yang meninggal dalam kondisi mengerikan.
" Wilayah yang masih menganut sistem feodal dan kesukuan di Pakistan telah berubah menjadi ladang pembantaian bagi wanita," tulis Palijo.
Pembunuhan keji terhadap seorang istri juga terjadi di Kota Abadan, Provinsi Khuzestan, Iran pada bulan lalu.
Seorang wanita Iran berusia 19 tahun diduga dipenggal kepalanya oleh suaminya setelah melarikan diri beberapa hari setelah mereka menikah.
Pria 23 tahun itu berhasil menemukan istrinya setelah melacaknya selama satu tahun, Iran International TV melaporkan.
Setelah membunuh istrinya, pria itu menyerahkan diri ke kantor polisi Kota Abadan sambil membawa pisau berlumuran darah.
Pria itu mengaku telah membunuh istrinya sendiri karena menduga wanita itu selingkuh dengan pria lain.
Dia dilaporkan memenggal istrinya dan meninggalkan tubuhnya yang terpenggal di pinggir Sungai Bahmanshir.
" Seorang pengantin wanita melarikan diri dari rumah dengan pria lain dua hari setelah pernikahannya setahun yang lalu.
" Pengantin pria mencari istrinya selama satu tahun sampai dia menemukannya di Masyhad. Dia mendekati istrinya dengan dalih bahwa dia telah memaafkannya," kata polisi.
(Sumber: DailyStar)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam