80 Persen Orang Indonesia Terpapar Asap Rokok

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 6 November 2015 13:43
80 Persen Orang Indonesia Terpapar Asap Rokok
67 persen laki-laki dan 2,7 persen perempuan merupakan perokok aktif.

Dream - Dua lembaga anti rokok Smoke Free Agent dan World Lung Foundation bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar diskusi dan pameran fotografi bertema 'Kolase Bicara: Kisah Para Korban Rokok'. Acara ini digelar untuk membantu menyuarakan kisah para korban asap rokok.

Menurut salah seorang pembicara dr. Kartono Mohammad, korban asap rokok meliputi orang-orang yang merokok (perokok aktif) dan perokok yang terpapar asap rokok (perokok pasif).

Jika menganut statistik, menurut Kartono, jumlah perokok pasif di Indonesia tercatat lebih banyak ketimbang perokok aktif.

" Jika dalam statistik, ada setidaknya 80 persen orang Indonesia terpapar asap rokok. Mereka terpapar asap rokok dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, tetangga, dan kendaraan," jelasnya saat sesi diskusi berlangsung di UNJ, Jakarta Kamis, 5 November 2015.

Meski begitu Kartono menyebut satu lagi jenis korban rokok yang belum banyak diketahui masyarakat. Korban ketiga ini merupakan orang yang tidak merokok dan tidak terkena paparan asap rokok.

" Namanya third hand smoker. Mereka tidak merokok, tidak terkena asap rokok, tapi terkena endapan nikotin yang menempel," ungkapnya.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung, salah seorang korban rokok Zainudin mengaku sedih karena menjadi perokok pasif. Karena jadi perokok pasif itulah dirinya kini harus memiliki lubang di leher sebagai tempat bernafas.

" Ayah saya yang merokok. Tapi saya yang terkena dampaknya. Lubang ini karena saya menderita kanker pita suara," ungkap pria berambut putih itu sembari menunjuk lubang di lehernya.

Menurut Kartono, fakta mengenai perokok aktif di Indonesia sebetulnya cukup mencengangkan. Sebab, dari data yang diperolehnya, 67 persen laki-laki dan 2,7 persen perempuan merupakan perokok aktif.

" Dan uniknya, 70 persen perokok itu berasal dari keluarga miskin," jelasnya.

Kedepannya, dia berharap, ada tindakan tegas dari pemerintah untuk mengatur dan memberi sanksi kepada para perokok. Sebab, dia khawatir pertumbuhan perokok aktif sudah menggejala di kalangan generasi muda di bawah usia 15 tahun.

" Saya tidak ingin generasi kedepan menjadi generasi yang tidak sehat karena paparan asap rokok," pungkasnya. (Ism)

Beri Komentar
Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa