Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Seorang bayi laki-laki hasil dari hubungan inses atau sedarah meninggal dunia dua jam dilahirkan akibat mengalami kondisi medis yang serius.
Dikutip dari Daily Star, bayi malang asal Dustlik, Uzbekistan, yang lahir pada 4 Juni 2022 itu mengalami cacat genetik yang parah karena orangtuanya merupakan saudara kandung.
" Ia dilahirkan dengan ichthyosis bawaan yang parah, serta cacat lahir lainnya yang mengancam jiwa," kata Kementerian Kesehatan Uzbekistan.
Ichthyosis congenita merupakan sebuah penyakit bawaan yang menyebabkan kulit di seluruh tubuh menjadi kering, pecah-pecah, dan bersisik tebal.
Ibunya, lahir pada tahun 1994, sedang hamil 35 minggu dan empat hari ketika dia melahirkan anak laki-laki dengan panjang 47 sentimeter.
Bayi tersebut adalah anak ke duanya, yang pertama lahir dari suami sebelumnya, dan kehamilannya normal.
Meski para dokter telah memberikan penanganan terbaik, sayangnya bayi tersebut hanya bertahan dua jam 10 menit setelah lahir ke dunia.
Dalam kebanyakan kasus, anak-anak dilahirkan dengan berbagai cacat genetik karena pernikahan kerabat dekat.
" Khususnya, karena keluarga seperti itu, anak yang belum lahir dapat mengembangkan penyakit berbahaya seperti keterbelakangan mental bawaan, kelainan kromosom, sindrom Down, keterbelakangan mental dan fisik yang parah," jelas Kemenkes Uzbekistan.
Oleh karean itu, Kemenkes Uzbekistan meminta anak muda yang ingin menikah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
" Pertama-tama menjalani pemeriksaan kesehatan, dan kemudian memulai hidup baru, untuk menghindari pernikahan antara kerabat dekat."
Advertisement

Hidupkan Ramadanmu, Teh Celup Sosro Hadirkan Kehangatan Berbuka

OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%


Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia

Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia


OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%