Alasan KH Ma`ruf Amin Banyak Diam Saat Debat Capres

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 18 Januari 2019 10:13
Alasan KH Ma`ruf Amin Banyak Diam Saat Debat Capres
Kiai Ma`ruf tak banyak berargumen ketika debat capres 2019 perdana semalam.

Dream – Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menjadi sorotan. Kiai Ma’ruf tak banyak berargumen ketika debat capres 2019 perdana semalam.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir mengatakan, dalam debat perdana ini memang Ma'ruf diposisikan untuk menjawab mengenai isu terorisme. Dan itu bagian dari strategi TKN. 

" Saya rasa kita bisa melihat bahwa memang sebagai KH besar sebagai ulama. Kiai besar kami fokuskan ke isu teroris. Saya rasa menjawab sangat lugas dan menjawab hal-hal yang dipertanyakan” kata Erick di Jakarta, Kamis malam 17 Januari 2019.

Erick berujar, penempatan Ma'ruf untuk menjawab isu terorisme juga merupakan bagian dari strategi tim TKN.

" Kami melihat peran beliau ke depan di debat berikutnya dan memang sekali lagi bagian strategi," kata dia.

1 dari 2 halaman

Cawapres Ma'ruf Amin: Tangani Terorisme, Kedepankan Langkah Humanis

Dream - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, menyatakan terorisme menjadi ancaman bagi Indonesia. Dia menegaskan terorisme merupakan kejahatan dan harus diberantas.

" MUI sudah mengeluarkan fatwa terorisme bukan jihad dan haram dilakukan," ujar Ma'ruf dalam debat capres-cawapres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis 17 Januari 2019.

Menurut Ma'ruf, terorisme merupakan perbuatan yang merusak dan pelakunya harus dihukum. Namun begitu, cara menangani kasus terorisme jangan sampai melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

" Kami mengendepankan langkah yang humanis dan tidak melanggar HAM," ucap dia.

Menurut Ma'ruf, upaya deradikalisasi dijalankan lewat berbagai cara. Jika pemahaman agama pelaku terorisme salah, maka harus diluruskan.

" Kalau faktor ekonomi, sosial maka caranya pemberian lapangan kerja atau santunan. Saya kira harus kita kaji kenapa jadi radikal," kata dia.(Sah)

2 dari 2 halaman

Jokowi: Kita Memiliki Beban, Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

Dream - Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo, menawarkan visi misi jika terpilih sebagai Presiden Indonesia 2019-2024. Jokowi menjanjikan Indonesia yang berkemajuan kelak.

Jokowi menyebut dalam bidang penegakan hukum, Indonesia saat ini masih memiliki beban. Salah satunya adalah penanganan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

" Memang kita masih memiliki beban, pelanggaran HAM berat masa lalu," ujar Jokowi dalam Debat Capres-Cawapres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019.

Menurut Jokowi beberapa persoalan yang terjadi seperti pembuktian dan waktu terjadi yang terlalu jauh memang membuat masalah ini belum selesai. " Harusnya ini sudah selesai beberapa saat usai terjadi," kata Jokowi.

Meski begitu, Jokowi berkomitmen menguatkan hukum. Dia menjanjikan penegakan hukum tanpa pandang bulu.

" Penegakan hukum yang tegas seperti upaya pemberantasan korupsi, penguatan KPK, mendorong sinergisitas antara KPK dengan Kejaksaan," kata dia.(Sah)

[crosslink_1]

Beri Komentar