BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Presiden Amerika Serikat Joe Biden
Dream - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, akan menghibahkan sebanyak 55 juta dosis vaksin Covid-19 dari 80 juta dosis yang dialokasikan hingga akhir bulan ini. Vaksin tersebut dikirimkan ke seluruh penjuru dunia, terutama negara-negara miskin dan berkembang untuk membantu mengatasi pandemi.
Biden mengalokasikan total 80 juta vaksin Covid-19 yang akan dibagikan baik di dalam maupun luar negeri. Gedung Putih menyatakan sebanyak 75 persen dari total dosis yang dialokasikan akan dibagi ke seluruh dunia melalui program vaksinasi global Covid-19 Vaccines Global Access atau COVAX.
Sedangkan 25 persen sisanya akan langsung dibagikan di negara-negara bagian yang membutuhkan. Awal bulan ini, Gedung Putih mengumumkan rencana distribusi pertama sebanyak 25 juta dosis.
" Tujuan kami adalah meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 global, membuat persiapan menghadapi lonjakan dan memprioritaskan tenaga kesehatan dan masyarakat rentan berdasarkan data kesehatan masyarakat, menjalankan langkah terbaik, dan membantu tetangga kita serta negara lain yang membutuhkan," demikian pernyataan Gedung Putih.
Sekitar 41 juta dosis di tahap kedua dari 55 juta dosis ini akan dibagikan melalui COVAX. Dari dosis COVAX tersebut, sekitar 14 juta akan didistribusikan di Amerika Latin dan Karibia, khususnya ke Brasil, Argentina, Kolombia, Peru, Ekuador, Paraguay, Bolivia, Uruguay, Guatemala, El Salvador, Honduras, Haiti, dan Komunitas Karibia lainnya ( CARICOM), Republik Dominika, Panama, dan Kosta Rika.
Sekitar 16 juta dosis alokasi COVAX akan didistribusikan di Asia. Sejumlah negara yang akan menerima alokasi vaksin ini yaitu India, Nepal, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Afghanistan, Maladewa, Bhutan, Filipina, Vietnam, Indonesia, Thailand, Malaysia, Laos, Papua Nugini, Taiwan, Kamboja dan Kepulauan Pasifik.
Sebanyak 10 juta dosis COVAX akan diberikan ke negara-negara di Afrika. Negara penerima akan dipilih melalui koordinasi dengan Uni Afrika.
Sekitar 14 juta, atau 25 persen dari 55 juta dosis vaksin akan dikirim langsung ke Kolombia, Argentina, Haiti, negara CARICOM lainnya, Republik Dominika, Kosta Rika, Panama, Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Filipina, Vietnam, Indonesia, Afrika Selatan , Nigeria, Kenya, Ghana, Cabo Verde, Mesir, Yordania, Irak, Yaman, Tunisia, Oman, Tepi Barat dan Gaza, Ukraina, Kosovo, Georgia, Moldova, dan Bosnia.
Gedung Putih tidak memberikan angka pasti berapa dosis yang akan dikirim ke masing-masing negara, hanya perkiraan untuk wilayah secara umum.
Vaksin yang akan dikirimkan terdiri dari Moderna, Pfizer, dan Johnson & Johnson. AstraZeneca tidak dimasukkan dalam daftar vaksin hibah AS belum mendapat persetujuan dari regulator obat federal.
Gedung Putih tidak lagi berkomitmen untuk memiliki 80 juta dosis yang didistribusikan pada akhir Juni. Hal ini sempat menjadi target yang disampaikan dalam pernyataan Gedung Putih sebelumnya.
" Pengiriman akan dilakukan segera setelah negara-negara siap menerima dosis dan kami bekerja melalui logistik yang kompleks dengan mereka," kata salah satu pejabat di Gedung Putih, dilaporkan CNN.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
