Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Dream - Muslim Indonesia yang akan berangkat haji akan semakin dimudahkan. Saat ini, para calon jemaah hai sudha dapat mencetak visa haji secara mandiri.
Kasi Pemvisaan Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kementerian Agama, Akhmad Jauhari, mengatakan layanan visa mandiri dapat diakses melalui laman http://visa.mofa.gov.sa. Caranya, jemaah tinggal memasukkan nomor paspor atau nama depan mereka sesuai tertulis dalam paspor.
Usai input data tersebut sukses, jemaah yang visanya telah disetujui dapat mengakses dokumen visa haji dalam format digital.
" Di-print berapapun resmi karena yang diperiksa bukan fisik, tetapi catatan data di sistem komputer,” kata Jauhari di kantor Kemenag.
Menurut Jauhari, proses ini sangat membantu para jemaah untuk mengetahui proses visa haji mereka. Selain itu, fasilitas mencetak secara mandiri juga bisa menghindarkan kehilangan dokumen.
Sejauh ini, kata Jauhari, belum ada kendala berarti dalam proses pengajuan visa haji ke Kedutaan Besar Arab Saudi. Tetapi, ditemukan beberapa kasus seperti beda ejaan nama dalam paspor antara jemaah satu dengan yang lain.
Masalah ini bisa diselesaikan dengan menghadirkan jemaah dan mendatangkan saksi-saksi untuk identitas.
Selain itu, ada pula persoalan jenis paspor. Jauhari menyebut kebanyakan paspor terbitan lama tak bisa terbaca sistem pemindaian e-hajj. Sementara itu petugas di Kemenag tak difasilitasi pengisian data manual.
" Solusinya, ketika ada paspor yang tak bisa dibaca sistem kita konfirmasi ke operator sistem e-hajj di Jeddah untuk menginput data manual," kata Jauhari.
Hingga Selasa, 3 Juli 2018, Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Ditjen Kemenag mencatat sebanyak 8.861 visa haji telah diterbitkan pihak Saudi. Sementara dokumen yang sudah diterima sebanyak 163.236 dari 221 ribu total kuota jamaah haji Indonesia.
Sedangkan dokumen yang sudah masuk tahap pengelompokan sebanyak 139.248 dari yang telah diverifikasi sebanyak 142.683 pengajuan.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang