Karyawan Perusahaan Katering Al-Ahmadi Menyiapkan Makanan Untuk Jemaah Haji (merdeka.com)
Dream - Layanan katering jemaah haji dipastikan akan terhambat pada tanggal 5 hingga 7 dan 14 hingga 15 Zulhijah. Sebab pada saat itu terjadi kepadatan jemaah haji dan akses transportasi masuk maupun keluar Kota Mekah akan ditutup.
" Kami tak bisa berikan layanan katering," kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Sri Ilham Lubis, di kantornya, Jakarta, Selasa 3 Juli 2018.
Dia menambahkan, panitia haji tidak akan memaksakan perusahaan katering menyediakan makanan pada tanggal-tanggal tersebut. Kemenag enggan mengambil risiko keterlambatan sajian untuk jemaah haji.
" Banyak jalan ditutup, sehingga tak mudah untuk masuk ke pemondokan jemaah haji," ujar dia.
Tahun ini, jemaah haji Indonesia mendapatkan jatah katering sebanyak 75 kali selama di Arab Saudi. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 60 kali.
" Sebanyak 40 kali makan di Mekah, sekali di bandara, 18 kali di Madinah, dan 16 kali saat fase puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina atau Armina," kata Kasubdit Katering Haji, Abdullah Yunus.
Menurut Abdullah, jemaah haji tidak perlu lagi membawa bekal bahan makanan terlalu banyak selama di Tanah Suci. Sebab, peningkatan layanan katering tahun ini sangat signifikan.
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah