Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Dream.co.id/Maulana Katsar)
Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, ternyata punya pengalaman sebagai petugas haji. Kala itu, dia masih cukup muda.
" Saat pertama kali menjadi petugas haji, usia saya 28 tahun," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa 3 Juli 2018.
Lukman mengatakan, saat itu berangkat sebagai petugas haji dari unsur ormas Islam. Dia mengaku banyak mendapatkan pelajaran selama menjadi petugas haji, salah satunya cara bisa bersabar menghadapi segala situasi.
" Melayani itu harus dengan emosi, dengan rasa. Ini soal rasa, tidak cukup dengan logika," kata Lukman.
Bagi Lukman, bukan perkara mudah menjadi petugas haji di usia yang sangat muda. Andai saja dia tidak melibatkan 'rasa', pekerjaan terasa berat.
" Dengan rasa, kita kemudian sadar kita hadir di sana sebagai apa. Maka, menurut saya, modal utama petugas adalah kesabaran," kata dia.
Tak hanya soal sabar, banyak pelajaran lain yang juga didapat Lukman sewaktu menjadi petugas haji. Dia bisa mengenal perilaku orang yang berbeda-beda.
" Kita banyak belajar perilaku orang. Belajar bagaimana ibadah yang merupakan bentuk komunikasi kita dengan Tuhan kita," tutur Lukman.
Bahkan Lukman pernah mengalami kejadian yang menguji emosi. Seperti diperlakukan laiknya pesuruh.
" Ada yang misalnya tiba-tiba panggil, 'Eh Mas, itu koper saya tolong diangkat ke sana. Kan saya sudah bayar', dan sebagainya," ucap dia.
Lebih lanjut, Lukman mengingatkan para petugah haji harus sebisa mungkin mengolah rasa.
" Kalau hanya berpikir dengan logika, maka tidak bisa menjalankan tugas dan kewajiban kita dengan hasil yang baik," pesan Lukman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya