Gunung Anak Krakatau Semburkan Lava Pijar, PVMBG: Hanya Tremor

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 1 Oktober 2018 20:13
Gunung Anak Krakatau Semburkan Lava Pijar, PVMBG: Hanya Tremor
Meski demikian, masyarakat diharapkan agar tetap tenang dan tak terhasut dengan isu-isu yang beredar...

Dream - Gunung Anak Krakatau kembali aktif. Kali ini, gunung tersebut mengeluarkan lava pijar terus menerus.

Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Denny Mardiono, mengatakan terjadi gempa tremor akibat aktivitas gunung tersebut.

" Hanya tremor saja, kita catatnya menerus, tremor menerus," ujar Denny, dikutip dari Liputan6.com.

Aktivitas gempa tremor yang terdeteksi di gunung tersebut memang cukup tinggi. Meski begitu, status Gunung Anak Krakatau masih berada di level 2 atau waspada.

" Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau, sampai dengan saat ini masih tinggi, dengan ditunjukkan masih terekamnya gempa tremor," kata Denny.

Demi menjaga dari hal-hal yang tak diinginkan, petugas PVMBG mengimbau masyarakat, nelayan dan wisatawan, agar tidak beraktifitas dalam radius dua kilometer dari pantai.

Meski demikian, masyarakat diharapkan agar tetap tenang dan tak terhasut dengan isu-isu yang beredar.

" Masyarakat di wilayah pantai harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami. Serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," jelasnya.

1 dari 4 halaman

Ativitas Vulkanik

Gempa tremor juga sempat terjadi sesaat sebelum Gunung Agung di Bali meletus. Namun, tremor tidak mesti berakhir dengan letusan besar.

Gempa tremor adalah gempa yang bisa mengindikasikan adanya aktivitas vulkanik di gunung api.

Istilah tremor merujuk kepada istilah getaran akibat adanya gerakan di bawah permukaan bumi yang tidak bergerak secara mendadak, atau dengan kata lain bergerak sedikit demi sedikit.

Gerakan yang sedikit demi sedikit ini walaupun tidak harus menyebabkan gempa namun dapat menyebabkan bumi tergetar.

(Sumber: Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

2 dari 4 halaman

Tsunami Palu Bikin Ilmuwan Dunia Tercengang

 Gelombang aneh sebelum muncul tsunami Palu© Foto: Instagram/icoze_ricochet

Penampakan Tsunami di Palu (Foto: Instagram/icoze_ricochet)

Dream - Para ilmuwan terkejut dengan kekuatan tsunami yang menghancurkan Kota Palu pada Jumat pekan lalu. Sebab, dalam pandangan mereka, gempa yang sebelumnya terjadi seharusnya tidak menimbulkan gelombang yang merusak.

" Kami kira itu bisa menimbulkan tsunami, tidak sebesar itu," ujar geofisikawan pada firma konsultan Temblor sekaligus pengajar di Humboldt State University Kalifornia, Amerika Serikat, Jason Patton, dilansir Sydney Morning Herald.

Dia menambahkan apa yang terjadi di Palu belum pernah ditemukan oleh para ilmuwan. " Kita cenderung belum pernah mengamati sebelumnya," kata dia.

Gempa 7,4 Skala Richter pada Jumat sore kemarin berpusat di 80 Kilometer utara Kota Palu. 30 menit kemudian muncul gelombang air setinggi 5 meter menerjang Kota Palu, menerjang bangunan, kendaraan, dan menewaskan ratusan orang.

Musibah tsunami kerap terjadi setelah adanya gempa bumi megathrust, yang terjadi akibat sesar naik turun pada patahan bumi.

Gempa ini memicu gelombang besar yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan kerusakan pada radius ribuan mil dari pusat gempa.

 

3 dari 4 halaman

Beda Karakter dengan Tsunami Aceh

Gempa di Sulteng kemarin diyakini bergerak dengan kecepatan 800 kilometer per jam. Tetapi, karakter gempa ini berbeda dengan gempa di Sumatera dengan kekuatan 9,1 SR yang menimbulkan tsunami hebat setinggi 30 meter di Aceh dan sekitarnya yang termasuk sesar megathrust.

 Terus Bertambah, Korban Meninggal Gempa Palu 384 Orang© MEN

Sesar yang adalah strike-slip, yaitu bergerak secara horisontal. Sesar ini diyakini seharusnya tidak menimbulkan tsunami.

" Tetapi, dalam keadaan tertentu bisa saja terjadi (tsunami)," kata Patton.

 

4 dari 4 halaman

Banyak Kemungkinan

Sesar strike-flip di Sulteng diprediksi memiliki beberapa gerakan vertikal. Bisa juga sesar pada daerah patahan melewati kawasan dasar laut yang bisa naik turun, sehingga terjadi gesekan bisa mendorong air laut.

Kemungkinan lain tsunami terjadi akibat adanya longsoran dasar laut karena gempa. Longsoran itu menimbulkan tekanan pada air, seperti yang terjadi di Alaska pada 1964. Saat itu, Alaska diguncang gempa 9,64 SR.

 Ini Penjelasan Mengapa Gempa Palu Picu Tsunami Tinggi© MEN

Patton pun menjelaskan berbagai macam faktor bisa menjadi penyebab tsunami Palu. Kajian dasar laut menjadi sangat penting untuk memahami apa yang sedang terjadi.

" Kita tidak akan tahu penyebabnya sampai semuanya selesai," ucap dia. (ism)

Beri Komentar