Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Foto: Istimewa)
Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melihat langsung proses penyembelihan kurban ala Juleha di Plaza Kurban, Jakarta Islamic Center (JIC). Pemotongan sapi itu dilakukan sesuai syariat dan kesehatan.
Juleha bukan nama orang. Nama itu merupakan kependekan dari Juru Potongan Hewan Halal.
Sosok itu akan menjadi tulang punggung prosesi Idul Adha. Anies datang tak hanya menyaksikan. Dia juga membagikan sebanyak 1.110 sertifikat juru sembelih ke pengelola masjid dari 1.001 masjid se-DKI Jakarta.
" Hari ini, kami memberikan sertifikat untuk para pengurus masjid yang akan bertugas saat pelaksanaan Idul Adha 1440 H. Dengan adanya sertifikat pelatihan penyembelihan hewan ini bisa dikatakan mereka adalah petugas terampil, handal dan profesional," kata Anies, Selasa, 30 Juli 2019.
Dia mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Intitut Pertanian Bogor (IPB).
" Pastikan tata cara pemotongan hewan sesuai syariat Islam dan aturan lainnya jadi bukan hanya dagingnya saja yang dirasakan tapi prosesnya juga memberikan manfaat ke masyarakat," ujar dia.
Anies juga mengimbau petugas kesehatan hewan untuk mengecek kesehatan hewan kurban di tempat penampungan dan pemotongan hewan.
" Kerjakan tugas ini dengan baik, datangi tempat-tempat penampungan hewan dan pemotongan hewan," ucap dia.
Sementara kepada pengelola masjid, Anies kembali mengimbau untuk tidak menggunakan bahan plastik saat membagikan daging hewan kurban kepada masyarakat.
" Tahun ini kita menggalakkan bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti menghindari penggunaan plastik yang berwarna hitam. Gunakan bahan yang bisa didaur ulang seperti besek yang terbuat dari bambu. Plastik itu sekali pakai tapi kalau besek bisa dibersihkan dan digunakan untuk kebutuhan lainnya," kata dia.
Salah satu peserta pelatihan, Slamet dari Masjid Jamiatul Solihin, Jakarta Pusat mengaku terbantu dengan adanya pelatihan tata cara pemotongan hewan.
" Banyak informasi yang didapatkan dalam pelatihan dan bisa diterapkan saat proses penyembelihan hewan kurban. Nanti kita juga diberikan bantuan peralatan seperti pisau, terpal dan lainnya," ujarnya.
Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyiapkan aturan tentang pelaksanaan Idul Adha. Salah satunya mengatur penjualan hewan kurban.
" Nanti kita akan siapkan pengumuman lengkap saja. Mungkin dalam hari-hari ke depan tentang prosedur," kata Anies, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 25 Juli 2019.
Menurut Anies, selain aturan berjualan hewan kurban di trotoar, aturan juga menyasar pelatihan petugas hingga pengelolaan limbah.
Kepala Sub Bagian Fasilitas Kegiatan Masyarakat Biro Dikmental DKI Jakarta, Andika Jati Zohella, mengatakan, sementara ini Pemprov DKI yang mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 46 Tahun 2019 tentang pengendalian, penampungan, dan pemotongan hewan dalam rangka Idul Adha.
Andika mengatakan, dalam Ingub tersebut, Pemprov DKI akan berbagi tugas dengan sejumlah dinas terkait. Kerja sama itu untuk memantau dan memeriksa lokasi penampungan hewan kurban.
" Jadi ada yang mengatur, yang mengendalikan itu unsur-unsur wilayah," kata Andika.
Rencananya, Pemprov DKI Jakarta akan membuka dapur kurban untuk pelaksanaan Idul Adha. Meski demikian, Andika belum dapat menjelaskan konsep dapur tersebut.
Aturan mengenai lokasi berjualan hewan kurban pernah dicetuskan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 2014. Waktu itu Ahok meminta camat dan sekretaris daerah menyediakan lapangan bagi pedagang hewan kurban.
" Camat dan sekda telah sediakan lapangan untuk jual hewan kurban. Lalu kenapa mereka marah? Karena selama ini jalur hijau itu digunakan. Begitu kita sediakan lapangan untuk jualan kurban, rezekinya hilang," kata Ahok.
Ahok pun menilai isu seperti itu sengaja dimunculkan oleh sejumlah pihak yang merasa dirugikan.
" Lalu isu yang dikeluarkannya apa? Ahok melarang penjualan dan pemotongan hewan kurban. Nah inilah kalau kafir yang memimpin jadi begitu, katanya. Isu-isu ini gampang dimainkan oleh sekelompok orang yang rejekinya hilang," ujar Ahok.
Dream - Kurang dari sebulan, kita akan menyambut Hari Raya Idul Adha. Bersamaan dengan hari raya ini, terdapat anjuran untuk melaksanakan kurban.
Amalan setiap hari raya Kurban ini dihukumi sunah. Pelaksanaannya yaitu dengan menyembelih seekor kambing untuk satu orang atau seekor sapi untuk tujuh orang.
Syariat kurban dilaksanakan mulai tanggal 10 hingga 13 Zulhijah. Orang berkurban berhak atas sepertiga daging kurbannya dan sisanya dibagikan kepada orang lain.
Terdapat pemahaman di masyarakat yang mengutamakan akikah dengan kurban. Bahkan sampai ada anggapan kurban tidak akan sah jika akikah belum dilaksanakan.
Lantas, mana yang harus didahulukan antara kurban dan akikah jika waktu yang terdekat adalah Idul Adha?
Dikutip dari NU Online, terdapat persamaan antara akikah dengan kurban. Dua amalan ibadah ini sama-sama berhukum sunah, dan sama-sama menyembelih hewan.
Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaannya. Kurban dilaksanakan dalam waktu terbatas yaitu pada bulan Zulhijah saja, sedangkan akikah pada saat ada bayi lahir dan dianjurkan pada hari ketujuh.
Akikah merupakan hak seorang anak kepada atas orangtuanya. Sehingga, anjuran ibadah ini sangat ditekankan kepada orangtua bayi dengan kelapangan rizki untuk sekadar berbagi kebahagiaan.
Para ulama memberikan kelonggaran pelaksanaan akikah yaitu ketika bayi berusia tujuh hari hingga sudah akil baligh. Apabila tidak ada rezeki yang cukup, orangtua bisa menunda akikah hingga anaknya baligh.
Apabila sudah baligh namun orangtua belum juga mampu, maka sunah akikah dibebankan kepada anaknya. Si anak bisa melakukan akikah sendiri atau bisa meninggalkannya.
Sementara terkait mana yang lebih dulu dilaksanakan antara kurban dan akikah saat Idul Adha, maka yang didahulukan adalah kurban. Ini mengingat waktu pelaksanaan kurban yang terbatas.
Sementara jika ingin melaksanakan keduanya dalam satu waktu, Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam kitab Tausyikh menjelaskan hal itu tidak bisa dilakukan. Dia mengutip pendapat dari Ibnu Hajar.
" Ibnu Hajar berkata, 'Seandainya ada seseorang menginginkan dengan satu kambing untuk kurban dan akikah, maka hal ini tidak cukup."
Berbeda dengan pandangan Imam Ar Ramli yang membolehkan dua niat dalam satu amalan menyembelih hewan yaitu niat kurban dan akikah. Konsekuensinya terletak pada pembagian dagingnya.
Daging kurban lebih baik dibagikan dalam bentuk belum diolah atau masih mentah. Sementara akikah dibagikan dalam kondisi siap santap.
Sumber: NU Online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya