Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Beberapa Anggota Militer Mencoba Senjata Anti Pesawat (Sumber: US News)
Dream - Kerajaan Arab Saudi menyetujui kesepatakan pembelian senjata senilai US$110 miliar atau setara Rp1.400 triliun dengan Amerika Serikat. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Raja Salman bin Abdulaziz dan Presiden Donald Trump, Sabtu lalu.
" Itu adalah hari yang luar biasa. Investasi luar biasa bagi Amerika Serikat," kata Trump.
Menurut Departeman Luar Negeri AS, sebagaimana dikutip dari ABC News, menyatakan bahwa Arab Saudi membeli alusista berupa tank dan helikopter untuk keamanan perbatasan, kapal untuk keamanan pesisir, pesawat pengawas intelijen, sistem radar pertahanan rudal, dan alat kemanan siber.
Sekretaris Kabinet Rex Tillerson memuji pakta tersebut sebagai momen bersejarah bagi hubungan Amerika Serikat-Arab Saudi. Dalam kesempatan itu, Rex juga menyebut peluang terbukanya hubungan Amerika Serikat dengan Iran.
" Saya tidak pernah mematikan telepon kepada siapapun yang ingin berbicara atau melakukan percakapan yang produktif," kata Rex.
Sementara itu, Presiden perusahaan radar Lockheed Martin, Marillyn Hewson, memuji kesepakatan AS dan Saudi tersebut. Dia menyebut kesepakatan itu memperkuat perdamaian wilayah Teluk.
" Kami sangat bangga portofolio umum kami diterima. Produk dan teknologi keamanan global akan meningkatkan keamanan nasional di Arab Saudi, memperkuat perdamaian di kawasan ini, dan memberikan landasan untuk penciptaan lapangan kerja dan kemakmuran ekonomi di AS dan di Kerajaan Arab Saudi," kata dia.
Kesepakatan penjualan alusista AS ke Saudi total bernilai US$350 miliar. Sisa dari total nilai kesepakatan itu akan diselesaikan pada dekade berikutnya.
Selain alusista, kedua negar juga bersepakat mengenai pengembangan sektor swasta dan kerjasama di bidang pertahanan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya