Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream - Serangan malware WannaCry beberapa waktu lalu meresahkan para pengguna Windows. Meski celah masuknya malware telah dibuat Window, tidak ada jaminan serangan malware tak terulang.
Menurut ahli keamanan IT dari Universitas Gunadarma, Ruby Alamsyah, salah satu cara menghindari serangan malware ialah menjauhkan penggunaan ke laman-laman negatif.
" Sebaiknya hindari laman berkonten video atau konten pornografi. Sebab, di situs-situs semacam itu biasanya malware muncul," kata Ruby saat dihubungi Dream melalui telepon, Rabu, 17 Mei 2017.
Selain itu, Ruby menyarankan pengguna untuk menggunakan sistem operasi Windows yang resmi. Sebab, dengan menggunakan sistem operasi Windows resmi, pengguna tidak perlu khawatir mencari patch terbaru yang dibuat Microsoft.
Dalam kasus serangan WannaCry, kata Ruby, Windows sebetulnya telah mengunggah file perbaikan yang secara otomatis terinstal oleh pengguna Windows berlisensi.
Pengguna yang menginstal ulang komputernya pun tidak akan menjamin dapat perlindungan.
" Penangkalnya security patch dari Windows yang berupa tambalan keamanan dari Microsoft namanya MS17-010," ucap dia.
Untuk menanggulangi hilangnya data seperti yang terjadi pada kasus WannaCry, Ruby menyarankan pengguna komputer untuk mem-back-up file milik mereka. Back-up file dapat membantu pengguna menelusuri data yang hilang atau rusak karena serangan virus.
" Back up data itu harus dibiasakan. Sebab kita nggak tahu apa yang akan terjadi. Di Windows, fitur itu ada," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya