Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kondisi Jalur Mudik Di Karawang (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Libur Lebaran telah berakhir. Kendaraan para pemudik khususnya yang menuju Pantai Utara Jawa (Pantura) telah kembali pulang ke beberapa kota di Jabodebatek.
Jalur Cikampek dan Karawang, hingga Senin, 10 Juni 2019 terpantau masih padat. Kepadatan terjadi di ruas jalan yang mengarah ke Jakarta.
Dilaporkan Liputan6.com, kepadatan di jalur utama Cikampek dan Karawang membuat pemudik terjebak hingga berjam-jam.
Seorang pemudik asal Garut, Agus Haryanto, mengatakan, perlu waktu selama dua jam untuk menempuh jarak sekitar dua kilometer.
" Maksimal rata-rata kecepatan 5 kilometer per jam. Masuk Cikampek mulai tersendat, kecepatan berkurang drastis," kata Agus.
Agus mengatakan, sejak memasuki Cikampek, arus kendaraan tersendat. Setelah kendaraan dari jalur selatan bertemu di jalur itu.
Agus mengatakan, sejak sekitar pukul 07.00 WIB, dia sudah berada di Cikampek. Dia baru tiba di Karawang sekitar pukul 12.00 WIB.
Padahal, saat normal dia hanya butuh waktu antara 15 hingga 25 menit saja.
" Sudah dua jam lebih baru nyampe Klari," kata dia.
Agus membagi pesan ke para pemudik lain yang ingin pulang ke Jakarta. Dia menyebut, pemudik perlu membawa perbekalan utama yaitu air minum.
" Selain sabar dan hati-hati jangan lupa membawa perbekalan," kata dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Abramena)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya