Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Leopon, Hewan Perkawinan Silang Antara Singa Dan Leopoard (Sumber: Witty Feed)
Dream - Para editor foto boleh saja mendedikasikan banyak waktu untuk menciptakan makhluk hibrida digital. Tapi tahukah Anda, makhluk unik campuran dua jenis binatang memang benar-benar ada di dunia ini.
Salah satunya Leopon. Hewan hasil blasteran antara lepoard jantan dan singa betina. Hibrida semacam ini memang sulit terjadi di alam bebas. Tapi keturunan bisa didapatkan melalui sistim penangkaran.
Dilansir dari laman WittyFeed, Rabu 28 Desember 2016, bentuk Leopon memang unik. Kepalanya menyerupai singa jantan dengan surai di bagian tengkuk. Sementara tubuh dan ekornya mirip lepoard, lengkap dengan tutul-tutul.
Leopon pertama yang pernah didokumentasikan dilahirkan di Kolhapur, India, pada tahun 1910. Diambil dari kulitnya, DNA kedua binatang yang masih satu kerabat itu kemudian dikirimkan ke ahli taksonomi Inggris yang terkenal, Reginald Innes Pocock.
Setelah itu lahirlah dua bayi Leopon yang lucu dan imut. Tetapi, sayangnya seekor di antaranya mati saat usianya 2,5 bulan. Sementara, seekor lagi yang bertahan hidup awalnya dikira adalah lepoard. Tapi seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan pada ciri-ciri tubuhnya.
Setelah dewasa, Leopon tersebut memiliki ciri-ciri yang merupakan gabungan dari lepoard dan singa. Sebenarnya ada banyak proyek untuk menciptakan hibrida seperti Leopon ini. Tetapi, kebanyakan tidak bisa bertahan hidup setelah dewasa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya