Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Perusahaan Habis Uang, Gaji Pegawai Dibayar Pakai Keju

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 11 Desember 2016 13:02
Perusahaan Habis Uang, Gaji Pegawai Dibayar Pakai Keju
Ada cerita miris di balik pembayaran gaji karyawan dengan keju.

Dream - Lazimnya, uang digunakan untuk membayar gaji karyawan. Namun, ini tidak berlaku bagi produsen susu di Armenia, Asthtarak Kat Company.

Mereka membayar gaji karyawan dan pemasok susu segar dengan keju.

Dilansir dari Oddity Central, Senin 12 Desember 2016, kisah aneh ini berawal dari Astharak yang memproduksi keju blue mold yang bermerek Molder Blue pada tahun 2015.

Respons pasar terhadap keju ini pun cukup bagus sehingga perusahaan ini menggenjot produksinya besar-besaran.

Sekadar informasi, keju blue mold ini keju yang menggunakan fungi berjenis Penicillium. Tekstur keju ini lembut dan gampang lumer.

Namun hal tak terduga dialami perusahaan. Kejunya tak laku dipasaran. Pesanan pun sulit menjualnya. Alhasil mereka pun tekor dan kehabisan uang. 

Saat penggajian, perusahaan memutuskan membayar gaji karyawan dengan keju.

1 dari 2 halaman

Berapa Banyak Kejunya

Berapa Banyak Kejunya © Dream

Tapi, Astharak kesulitan mencari pasar keju jenis ini. Perusahaan ini pun tekor dan kesulitan membayar gaji karyawan dan pemasok susu. Utang perusahaan pun mencapai 70 juta dram (Rp1,93 miliar).

Karena tak punya uang di kas perusahaan, Astharak pun memutuskan untuk membayar gaji karyawan dan pemasok susu dengan 1 kg keju. Nilainya 1 kg-nya dipatok sebesar 2 ribu dram (Rp55 ribu).

Dengan stok 60 ton keju, perusahaan ini sanggup menggaji semua karyawan, kalau bisa, menekan semua potensi kerugian. Tapi, tak semua orang senang dengan keputusan ini.

 

2 dari 2 halaman

Tak Punya Tempat Menyimpan

Tak Punya Tempat Menyimpan © Dream

Walikota Chambarak, Armenia, Yuri Avalyan, mengatakan pada dasarnya, orang-orang paham Astharak kekurangan uang untuk membayar gaji dan pasokan susu. Tapi, keputusan membayar dengan keju tak bisa diterima.

Pertama, konsumsi keju blue mold di Armenia sangat kecil. Kedua, mereka tidak punya tempat untuk menyimpan keju tersebut.

Akhirnya, ada jalan tengah bagi masalah ini. Orang-orang Chambarak sepakat gaji dibayar dengan keju asalkan Astharak menyimpan keju-keju itu di dalam kulkas sampai menemukan pembeli.

Avalya mengatakan saat ini mereka sedang berdiskusi dengan Rusia sebagai calon pembeli di samping mencari-cari pembeli potensial lainnya.

Beri Komentar