Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Asteroid sebesar gunung terdeteksi sedang menuju Bumi oleh ilmuwan Rusia. Tapi apakah asteroid itu menjadi ancaman?
Bagi NASA, Lembaga Antariksa AS, untuk jangka waktu 150 tahun ke depan, itu bukan ancaman. Asteroid itu dideteksi ilmuwan ruang angkasa Rusia. Benda raksasa itu dideteksi melewati Bumi setiap tiga tahun sekali.
Vladimir Lipunov, seorang profesor di Moscow State University mengatakan, batu angkasa bernama 2014 UR116 itu tidak mengandung ancaman langsung, meski diperingatkan secara teori bisa menghantam Bumi.
Namun, yang menjadi perhatiannya adalah kerusakan yang ditimbulkan oleh asteroid itu. Di mengatakan kekuatan ledakan asteroid tersebut 1000 kali lebih besar dari tabrakan meteor sebesar bus, yang jatuh di Rusia pada 2013 lalu.
Lipunov mengakui, sulit untuk menghitung orbit asteroid raksasa seperti 2014 UR116. Ini karena lintasannya selalu berubah-ubah yang disebabkan gaya gravitasi dari planet-planet yang dilaluinya.
"Kita perlu mengetahui jalur asteroid ini secara permanen, karena sedikit saja kesalahan dalam menghitung akan menimbulkan konsekuensi yang serius," kata Lipunov.
Dari 100 ribu obyek luar angkasa dekat Bumi yang melintasi orbit Bumi dan mengandung ancaman yang cukup besar, 11 ribu di antaranya sudah dikenali dan diketahui jalurnya.
"Jalur pasti dari asteroid 2014 UR116 tidak mungkin ditentukan. Namun, dalam teori, asteroid raksasa itu bisa bertabrakan dengan Bumi, Mars dan Venus."
Namun NASA menyebut, asteroid 2014 UR116 yang ditemukan ilmuwan Rusia pada 27 Oktober 2014 di Observatorium MASTER-II Kislovodsk, Rusia tidak menimbulkan ancaman. Pasalnya, jalur orbitnya tidak cukup dengan dengan orbit milik Bumi.
Melalui sebuah hitungan ulang terhadap jalur orbit asteroid dan Bumi, NASA menyebut ancaman terhadap Bumi (atau planet lain) setidaknya terjadi 150 tahun kemudian.
Pada pekan lalu, ilmuwan ruang angkasa dan selebriti internasional sama-sama bergabung untuk memperingatkan dunia tentang ancaman asteroid terhadap planet Bumi.
Lebih dari 100 ilmuwan terkemuka dan astronot menandatangani deklarasi yang meminta semua pihak untuk meningkatkan tindakan dalam mengatasi jatuhnya benda-benda angkasa yang bisa mengakhiri kehidupan di Bumi.
(Ism, Sumber: Daily Mail)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan