Penjual Vaksin Covid-19 Palsu Diciduk, Pas Ditanya Bahan Baku Bikin Geregetan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 29 September 2020 15:30
Penjual Vaksin Covid-19 Palsu Diciduk, Pas Ditanya Bahan Baku Bikin Geregetan
Ia mengklaim, vaksin Covid-19 milikinya 100 persen ampuh.

Dream - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung nyaris di seluruh negara membuat sebagian masyarakat melakukan tindakan nekat dan konyol. Salah satunya dilakukan seorang pria di Bargarh, Odisha, India.

Pria ini ditahan pihak berwajib karena membuat dan berniat menjual vaksin Covid-19 palsu.

Prahallad Bisim, 32 tahun, ditangkap pihak polisi dalam penggerebakan di kediamannya. Ia mengklaim, vaksin Covid-19 racikannya telah terbukti 100 persen ampuh.

Dalam penggerebekkan itu, polisi menemukan 12 botol vaksin palsu bersama label dan jarum suntik palsu.

 

1 dari 5 halaman

Bungkam Soal Bahan Pembuatan Vaksin

Sashmita Dehury, Pengawas Narkoba Bargarh mengatakan, mendapat informasi bahwa Bisi mengklaim telah membuat vaksin Covid-19 palsu dan berencana menjualnya di pasar bebas.

" Kami menyita botol suntik berlabel 'vaksin Covid-19 milik terdakwa," katanya.

Ketika diinterogasi terkait bahan apa saja dan bagaimana Bisi membuat vaksin tersebut, ia mengatakan bahwa itu sangat rahasia dan ia tidak berkenan mengungkapkannya.

" Kami juga menemukan di rumahnya beberapa suntikan palsu untuk pengobatan kemandulan. Ada label bertuliskan Ovu Stop pada suntikan palsu itu,” tambahnya.

(Sah, Sumber: India Times)

2 dari 5 halaman

Uji Klinis Vaksin Covid-19 China Berhasil Sudah Direstui WHO, Cek Faktanya!

Dream – Pembuatan vaksin menjadi salah satu upaya yang diharapkan dapat menghentikan penyebaran virus covid-19. Berbagai negara pun berusaha menciptakan vaksin secepat dan semaksimal mungkin.

Tahapan pengujian vaksin pun mulai dilakukan. Salah satunya China yang dikabarkan berhasil melakukan uji klinis vaksin tersebut. Hal ini pun menjadi angin segar, di tengah kondisi pandemi covid-19. 

Benarkah?

3 dari 5 halaman

Bukan "Merestui"

Pada situs China Global Television Network (CGTN), terlihat cuplikan video Soumya Swaminathan yang memuji vaksin dari China. Judul dari video itu adalah " Vaksin COVID-19 milik China terbukti sukses di uji-uji klinis" .

Namun, bila melihat konteksnya secara utuh, WHO bukan " merestui" uji klinis vaksin dari China, melainkan hanya menyorot perkembangannya. WHO juga tidak berkata uji klinis sudah sukses, sebab prosesnya masih berlangsung.

Saat itu, WHO sedang mengadakan konferensi pers dan Soumya Swaminathan menjawab pertanyaan apakah China akan ikut serta program vaksin Covid-19 yang dilakukan WHO.

4 dari 5 halaman

Penjelasan Lengkapnya

Di sinilah Soumya merespons bahwa China sedang melakukan uji klinis vaksin di negaranya.

" Mereka (China) juga memiliki program pengembangan vaksin yang sangat aktif dan beberapa kandidat vaksinnya berada di tahap lanjut uji-uji klinis. Jadi ini penting bagi kami sehingga kita mengikuti dengan lekat untuk berharap agar kandidat mereka benar-benar terbukti sukses di uji klinis," ujar Soumya Swaminathan seperti dikutip dalam konferensi pers, Jumat (25/9/2020).

Lebih lanjut, Soumya juga berkata China siap memberi akses vaksin ke negara-negara lain, " apabila beberapa (vaksinnya) benar-benar terbukti di uji-uji klinis."

 

5 dari 5 halaman

Vaksin Sinovac

China adalah salah satu negara yang memiliki kemajuan pesat dalam pengembangan vaksin. Salah satunya adalah yang dikembangkan oleh Sinovac.

Perusahaan ini membuat vaksin yang diberi nama CoronaVac. Dan akan siap didistribusikan ke warga dunia pada awal 2021.

Salah satunya siap didistribusikan ke wilayah AS. Yin Weidong, CEO SinoVac, juga berjanji untuk mengajukan permohonan izin ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menjual CoronaVac di AS.

" Pada awalnya, strategi kami dirancang untuk China dan Wuhan. Segera setelah itu pada Juni dan Juli kami menyesuaikan strategi kami, yaitu menghadapi dunia," ungkap Yin.

 

Beri Komentar