Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
�© MEN
Dream - Asteroid sebesar tiga kali lapangan sepakbola mendekati Bumi, pada Kamis 27 Juni 2019. Asteroid yang dikenal dengan 2008 KV2 itu diperkirakan akan mendekati Bumi dengan jarak 6,7 juta kilometer.
Dikutip dari LiveScience, Rabu 26 Juni 2019, untuk menggambarkan posisi 2008 KV2, masyarakat perlu memahami jarak orbit Bumi yaitu Bulan. Jarak Bulan dengan Bumi yaitu 384.400 kilometer. Asteroid 2008 KV2 akan lebih dari 17 kali jarak itu.
Para ilmuwan menemukan asteroid pada 2008. Asteroid ini kerap terlihat di sistem tata surya. Seperti Bumi, 2008 KV2 mengorbit pada matahari.
Meski begitu, setelah perjalanan pada Kamis mendatang, 2008 KV2 diperkirakan akan melewati Bumi lagi pada 2021. Menurut Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di Pasadena, California, asteroid ini juga akan muncul dua kali pada 2022.
NASA menaruh banyak perhatian pada asteroid ini. Sebab, asteroid ini dapat lewat dalam sekitar 50 juta kilometer dari orbit Bumi.
NASA menyebut, 2008 KV2 sebagai asteroid yang berpotensi berbahaya. Asteroid akan diperbesar daya kecepatannya ketika mendekati Bumi dengan 40.800 kilometer per jam.
Dream - Pesawat luar angkasa Jepang, Hayabusa2, sukses meledakkan asteroid, Jumat 5 April 2019. Badan Eksplorasi Luar Angkasa Jepang(JAXA) mengklaim, upaya peledakan ini merupakan salah satu eksperimen pertama yang dilakukan di dunia.
"Peluru logam menghantam permukaan asteroid Ryugu dan ada ledakan material," kata associate professor di JAXA, Yuichi Tsuda, dikutip dari Kyodonews, Senin 8 April 2019.
Jepang melakukan percobaan itu untuk mengumpulkan contoh sebagai bagian dari misi penyelidikan untuk mengeksplorasi asal usul kehidupan dan evolusi tata surya. "Eksperimen itu sukses," ujar dia.
Penyelidikan yang dibuat JAXA akan mengumpulkan sampel dari kawah bagian bawah permukaan asteroid. Lokasi itu diyakini mengandung zat organik dan air sisa-sisa tata surya primitif, kata badan itu.
Kamis 4 April 2019, Hayabusa2 memisahkan penabrak 500 meter di atas permukaan asteroid. Penabrak itu diatur sehingga meledak dalam waktu 40 menit setelah dipisahkan.
Ledakan itu melepaskan "peluru" tembaga ke area yang ditentukan dengan kecepatan 2 kilometer per detik. Peluru tersebut membuat bekas berupa kawah berdiameter 400 meter .
"Ini adalah misi yang menantang, tetapi kami telah melakukan persiapan yang matang untuk itu," kata seorang profesor di Institut Ruang Angkasa dan Ilmu Astronautika JAXA, Takashi Kubota.
"Saya menyerahkan sisanya pada takdir," tambah dia.
Dream - Pernah mendengar ‘Oumuamua? Itu bukan nama sebuah tempat wisata, apalagi sejenis makanan unik dari salah satu suku di Nusantara.
‘Oumuamua adalah nama yang diberikan ahli perbintangan untuk sebuah asteroid raksasa berbentuk aneh yang diduga berusia ratusan juta tahun.
Nama 'Oumuamua diambil dari bahasa Hawaii yang berarti utusan yang datang dari masa lalu yang jauh.
'Oumuamua disebut sebagai asteroid aneh karena bentuknya yang tidak seperti asteroid lainnya. 'Oumuamua berbentuk mirip cerutu, berwarna gelap kemerahan.
Dengan panjang 400 meter dan lebar 40 meter, 'Oumuamua setinggi sebuah gedung pencakar langit jika disejajarkan.
Yang menarik dari 'Oumuamua ini adalah ia baru saja muncul kembali pada akhir Oktober 2018 ketika melewati matahari dengan kecepatan tinggi.
'Oumuamua menjadi objek antar bintang pertama yang berhasil ditemukan sebelum menghilang kembali dari pandangan pada bulan Januari lalu.
Anehnya, ciri-ciri umum yang selama ini melekat pada sebuah asteroid tidak ditemukan pada 'Oumuamua.
Selain bentuknya yang mirip cerutu, permukaannya terbentuk dari karbon, bukan batu atau es. 'Oumuamua juga bergerak semakin cepat secara tiba-tiba begitu melewati matahari.
Banyak yang menduga bahwa 'Oumuamua ini sebenarnya adalah kapal pengintai alien yang dikirim untuk memata-matai Bumi.
Dalam penelitian baru yang dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters, profesor Harvard, Shmuel Bialy dan Abraham Loeb, mendiskusikan berbagai teori untuk menjelaskan perilaku aneh 'Oumuamua.
Bialy dan Loeb mengatakan ketika sebuah asteroid melewati bintang, maka akan melepaskan gas yang dapat mempercepat pergerakannya. Hal itu tidak terdeteksi pada 'Oumuamua.
Kedua profesor Harvard itu menduga ‘Oumuamua bergerak cepat setelah didorong oleh cahaya matahari yang mengenainya. Seperti sebuah kapal layar yang dirancang khusus menggunakan tenaga surya.
Tapi ada satu pertanyaan besar yang cukup mengganjal para ilmuwan. Bialy dan Loeb masih bertanya-tanya, jika ‘Oumuamua adalah kapal alien, tapi mengapa mengirim kapal pengintai yang membutuhkan jutaan tahun untuk mencapai Tata Surya?
"Salah satu kemungkinannya itu adalah kapal alien," kata kedua ilmuwan tersebut. "‘Oumuamua mungkin kapal dengan teknologi cahaya yang mengarungi ruang antar bintang sebagai bagian kecil dari perlengkapan teknologi yang lebih maju."
Sejauh ini ‘Oumuamua memang masih menjadi misteri. Belum ada bukti yang kuat bahwa asteroid tersebut adalah kapal pengintai alien.
(ism, Sumber: The Guardian)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Harga Rumah Makin Tak Terjangkau, Mengapa Terus Melonjak Dibanding Pendapatan?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak