Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengurus AMSI Bersama Dewan Pers (istimewa)
Dream - Dewan Pers telah menerima berkas pendaftaran keanggotaan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Terkait hal ini, Dewan Pers menyatakan segera mengirim tim untuk menjalankan verifikasi kepengurusan dan keanggotaan AMSI di seluruh daerah.
" Targetnya awal Desember 2018, sudah ada keputusan apakah AMSI memenuhi syarat menjadi konstituen Dewan Pers," ujar Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetya di Jakarta, Senin 27 Agustus 2018.
Pria yang akrab disapa Stanley ini menyambut baik pendaftaran keanggotaan AMSI ke Dewan Pers. Saat ini ada sekitar 45 ribu lebih media online di Indonesia, namun kompetensi pengelolanya dipertanyakan.
Dia menjelaskan proses verifikasi media serta kompetensi jurnalis yang ditetapkan Dewan Pers merupakan salah satu jalan meningkatkan kualitas dari para pengelola media siber.
" AMSI harus bisa mengawal perkembangan media digital menjadi media masa depan Indonesia," kata dia.
Selanjutnya, kata Stanley, Dewan Pers memiliki program kerja untuk melakukan peninjauan media ke 34 provinsi. Program ini bakal dimanfaatkan Dewan Pers sekaligus untuk melakukan verifikasi keanggotaan AMSI.

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut, mengatakan proses pendaftaran organisasinya ke Dewan Pers membutuhkan waktu cukup lama. Sejak dideklarasikan pada April tahun lalu, berkas pendaftaran baru dapat diserahkan hari ini.
" Terhitung dari deklarasi AMSI di Dewan Pers pada April 2017 yang juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, memang sudah satu tahun lebih," kata Wens.
Lamanya proses ini disebabkan kehati-hatian pengurus untuk memverifikasi anggota AMSI sendiri.
Menurut pria yang merupakan Chief Content Officer Kapan Lagi Network ini, AMSI menetapkan standar keanggotaan yang cukup ketat sejak kongres pertama pada Agustus tahun lalu, yang juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.
" Setelah AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) terbentuk, barulah kami meminta 15 wilayah melakukan Konferensi Wilayah satu per satu," ucap Wens.
Meski begitu, program AMSI yaitu penguatan kapasitas jurnalistik bagi anggota sudah berjalan. Salah satunya yaitu pelatihan mengatasi berita hoaks.
" Kami sempat mengadakan pelatihan mengatasi hoaks bekerjasama dengan Google," ucap Wens.
Lebih lanjut, Wens menyatakan setiap media anggota AMSI memiliki fitur cekfakta. Fitur ini dimaksudkan untuk memudahkan pembaca memastikan berita antara hoaks atau tidak.
Hingga saat ini, sebanyak 211 media di 15 provinsi telah menjadi anggota AMSI. Di tiap provinsi, AMSI memiliki kepengurusan aktif dengan sekretariat di salah satu kantor redaksi media siber.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya