Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Masalah Pendengaran (Foto : Shutterstock)
Dream- Virus covid-19 memengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Beberapa pasien menunjukan gejala parah, tetapi ada yang sama sekali tidak bergejala atau OTG.
Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengatakan gejala virus corona Covid-19 mulai muncul setelah masa inkubasi 14 hari, yakni berupa batuk kering, hilangnya indera penciuman, demam dan sesak napas.
Tapi seorang pria asal inggris menemukan gejala yang beda dengan yang lainnya. Pria 45 tahun itu justru mengalami gangguan pendengaran yang tidak disebutkan sebagai gejala infeksi virus corona Covid-19.
Dilansir dari laman Daily Star, pria tersebut sebelumnya sangat sehat dan tidak memiliki masalah pendengaran sebelum tertular Covid-19. Namun setelah terinfeksi virus covid-19 ia mengalami gangguan pendengaran pada salah satu telinganya.
Menurut laporan berita setempat, pria itu dirawat di rumah sakit dengan gejala Covid-19 yang sudah berlangsung selama 10 hari. Bahkan pria itu menggunakan ventilator karena kesulitan bernapas, mengalami beberapa komplikasi, dan diberi transfusi darah.

Seminggu setelah selang dilepas, pria itu mengeluh gangguan pendengaran pada telinga kirinya. Hasil pemeriksaan telinganya menunjukkan bahwa dia tidak mengalami penyumbatan atau pembengkakan. Ia diberi obat steroid dan suntikan setelah itu pendengarannya pulih sebagian.
Dr Foteini-Stefania Koumpa, dari University College London dan Royal National Throat Nose and Ear Hospital, mengatakan bahwa gangguan pendengaran pria itu akibat dari infeksi Covid-19.
" Terlepas dari literatur yang cukup banyak tentang Covid-19 dan berbagai gejala yang terkait dengan virus tersebut, ada kurangnya diskusi tentang hubungan antara Covid-19 dan pendengaran,” ujar Koumpa.
" Kehilangan pendengaran dan tinnitus adalah gejala yang terlihat pada pasien dengan virus Covid-19 dan influenza, tetapi belum disorot," imbuhnya.
Atas kasus ini, para tenaga medis menghimbau jika pasien Covid-19 menderita kerusakan pendengaran, segera diberikan steroid yang diklaim dapat membantu membalikkan kondisi tersebut.
Gangguan pendengaran tiba-tiba terjadi pada sekitar lima hingga 160 per 100.000 orang setiap tahun, dan kondisi tersebut dapat terjadi setelah infeksi virus seperti flu. Sementara itu, kasus gangguan pendengaran akibat covid-19 dilaporkan pertama kali pada bulan April lalu.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Virus SARS-CoV-2 diduga mengunci jenis sel tertentu yang melapisi paru-paru. Dan penemuan terbaru menyebutkan jika virus juga ditemukan di sel-sel yang melapisi telinga tengah. Virus menghasilkan respons peradangan dan peningkatan bahan kimia yang dikaitkan dengan gangguan pendengaran.
" Ini adalah kasus gangguan pendengaran sensorineural pertama yang dilaporkan setelah infeksi Covid-19 di Inggris,” ujar Koumpa.
" Mengingat keberadaan virus yang tersebar luas di populasi dan morbiditas gangguan pendengaran yang signifikan, penting untuk menyelidiki hal ini lebih lanjut. Ini benar mengingat kebutuhan untuk segera mengidentifikasi dan mengobati gangguan pendengaran dan kesulitan saat ini dalam mengakses layanan medis," tutupnya.
Dengan jumlah kasus yang masih relatif tinggi di Tanah Air, yuk patuh protokol kesehatan dengan disiplin menjalankan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.
(Sah, Sumber : Daily Star)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya