Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Awas! Studi Baru Temukan Ada Pasien Virus Covid-19 Tuli Permanen

Reporter : Reni Novita Sari
Rabu, 14 Oktober 2020 17:01
Awas! Studi Baru Temukan Ada Pasien Virus Covid-19 Tuli Permanen
Inilah gejala virus covid-19 yang baru!

Dream- Virus covid-19 memengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Beberapa pasien menunjukan gejala parah, tetapi ada yang sama sekali tidak bergejala atau OTG.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengatakan gejala virus corona Covid-19 mulai muncul setelah masa inkubasi 14 hari, yakni berupa batuk kering, hilangnya indera penciuman, demam dan sesak napas.

Tapi seorang pria asal inggris menemukan gejala yang beda dengan yang lainnya. Pria 45 tahun itu justru mengalami gangguan pendengaran yang tidak disebutkan sebagai gejala infeksi virus corona Covid-19.

1 dari 2 halaman

Masalah Pedengaran Sebagai Gejala Covid-19

Dilansir dari laman Daily Star, pria tersebut sebelumnya sangat sehat dan tidak memiliki masalah pendengaran sebelum tertular Covid-19. Namun setelah terinfeksi virus covid-19 ia mengalami gangguan pendengaran pada salah satu telinganya.

Menurut laporan berita setempat, pria itu dirawat di rumah sakit dengan gejala Covid-19 yang sudah berlangsung selama 10 hari. Bahkan pria itu menggunakan ventilator karena kesulitan bernapas, mengalami beberapa komplikasi, dan diberi transfusi darah.

covid-19

Seminggu setelah selang dilepas, pria itu mengeluh gangguan pendengaran pada telinga kirinya. Hasil pemeriksaan telinganya menunjukkan bahwa dia tidak mengalami penyumbatan atau pembengkakan. Ia diberi obat steroid dan suntikan setelah itu pendengarannya pulih sebagian.

Dr Foteini-Stefania Koumpa, dari University College London dan Royal National Throat Nose and Ear Hospital, mengatakan bahwa gangguan pendengaran pria itu akibat dari infeksi Covid-19.

" Terlepas dari literatur yang cukup banyak tentang Covid-19 dan berbagai gejala yang terkait dengan virus tersebut, ada kurangnya diskusi tentang hubungan antara Covid-19 dan pendengaran,” ujar Koumpa.

" Kehilangan pendengaran dan tinnitus adalah gejala yang terlihat pada pasien dengan virus Covid-19 dan influenza, tetapi belum disorot," imbuhnya.

 

2 dari 2 halaman

Mengapa Bisa Terjadi?

Atas kasus ini, para tenaga medis menghimbau jika pasien Covid-19 menderita kerusakan pendengaran, segera diberikan steroid yang diklaim dapat membantu membalikkan kondisi tersebut.

Gangguan pendengaran tiba-tiba terjadi pada sekitar lima hingga 160 per 100.000 orang setiap tahun, dan kondisi tersebut dapat terjadi setelah infeksi virus seperti flu. Sementara itu, kasus gangguan pendengaran akibat covid-19 dilaporkan pertama kali pada bulan April lalu.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Virus SARS-CoV-2 diduga mengunci jenis sel tertentu yang melapisi paru-paru. Dan penemuan terbaru menyebutkan jika virus juga ditemukan di sel-sel yang melapisi telinga tengah. Virus menghasilkan respons peradangan dan peningkatan bahan kimia yang dikaitkan dengan gangguan pendengaran.

" Ini adalah kasus gangguan pendengaran sensorineural pertama yang dilaporkan setelah infeksi Covid-19 di Inggris,” ujar Koumpa.

" Mengingat keberadaan virus yang tersebar luas di populasi dan morbiditas gangguan pendengaran yang signifikan, penting untuk menyelidiki hal ini lebih lanjut. Ini benar mengingat kebutuhan untuk segera mengidentifikasi dan mengobati gangguan pendengaran dan kesulitan saat ini dalam mengakses layanan medis," tutupnya.

Dengan jumlah kasus yang masih relatif tinggi di Tanah Air, yuk patuh protokol kesehatan dengan disiplin menjalankan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan. 

(Sah, Sumber : Daily Star)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar