Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Virus corona memiliki bentuk yang sangat kecil hingga tak bisa dilihat mata telanjang. Efeknya baru bisa diketahui jika seseorang mengalami gejala tertentu seperti sesak napas, batuk, hingga kehilangan kemampuan mencecap maupun mencium bau.
Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Rita Rogayah, meminta masyarakat yang mengalami gejala seperti Covid-19 untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Pihak RS atau fasilitas kesehatan akan segera melakukan rapid test untuk memastikan kondisi orang yang bersangkutan.
" Selama hasilnya belum keluar masyarakat menjalankan isolasi mandiri di rumah agar tidak menularkan ke orang lain," ujar Rita dalam diskusi online yang disiarkan BNPB.
Selama isolasi mandiri, kata Rita, masyarakat diharuskan menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, maupun mencuci tangan dengan sabun.
Setelah hasil keluar dan dinyatakan positif Covid-19, petugas akan menjemput pasien yang bersangkutan untuk dibawa ke fasilitas isolasi dan perawatan. Petugas juga melaporkan kasus tersebut ke Dinas Kesehatan provinsi setempat.
Rita melanjutkan kendaraan yang menjemput akan diisi pasien yang semuanya sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Tentu dalam satu mobil terdapat lebih dari satu orang pasien.
" Kalau di dalam itu seluruhnya terkonfirmasi positif tidak masalah," ucap dia, dikutip dari Covid19.go.id
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan, dokter yang gugur akibat terinfeksi virus corona didominasi dokter umum. Jumlahnya mencapai 60 persen dari keseluruhan dokter yang meninggal karena Covid-19.
" Kalau kita lihat data yang terakhir, ternyata sekitar 60 persen dokter yang wafat adalah dokter umum," ujar Doni melalui video conference disiarkan channel YouTube Sekretariat Kabinet.
Menurut Doni, para dokter itu sebenarnya tidak bersentuhan langsung dengan pasien positif Covid-19. Para dokter itu tertular dari pasien Covid-19 yang masuk kategori tanpa gejala.
" Mereka yang bukan pasien Covid ternyata sudah OTG yang justru menulari para dokter," kata Doni.
Atas hal ini, Doni meminta masyarakat tidak mengabaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Ini menjadi salah satu cara melindungi para dokter dan tenaga medis dari ancaman penularan Covid-19.
Dream - Presiden Joko Widodo meminta semua instansi memprioritaskan penanganan wabah Covid-19 di 12 kabupaten/kota dalam dua pekan ke depan. Belasan daerah tersebut melaporkan lebih dari 1.000 kasus aktif dan menyumbang 30 persen dari total kasus nasional.
" Saya juga minta 2 minggu ke depan diprioritaskan untuk 12 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000 yang menyumbang 30 persen total kasus aktif nasional," ujar Jokowi dalam pengantar Sidang Kabinet Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2020.
Ke-12 daerah yang menjadi prioritas itu sebagian besar berada di Jabodebek seperti Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Bogor.
Sementara daerah di luar Jabodebek adalah Kota Ambon, Kota Jayapura, Kota Padang, dan Kota Pekanbaru.
Jokowi juga mengapresiasi provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan yang telah berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19. Presiden bahkan meminta kinerja dua provinsi ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengendalian Covid-19.
Namun presiden mengingatkan, dua provinsi ini dalah 8 provinsi prioritas lainnya agar tak lengah meski mencatat penurunan jumlah kasus baru. Semua provinsi tetap harus terus dimonitor secara ketat.
" Testing, tracing, dan treatment terus diperbaiki sehingga gap antara provinsi satu dengan lain, terutama testing bisa kejar dengan baik," kata Jokowi.
Khusus kepada masyarakat, Jokowi mengimbau untuk tetap patuh pada penerapan protokol kesehatan agar angka Covid-19 terus berkurang.
" Yang penting juga menekan terus kasus-kasus positif dengan terus menyampaikan mengenai pentingnya kedisiplinan terhadap protokol kesehatan," ucap Jokowi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya