Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Pembukaan bioskop di tengah pandemi Covid-19 memicu pro dan kontra di masyarakat. Ada yang beranggapan tempat menonton film untuk masyarakat umum ini bisa menjadi tempat penularan virus corona. Kalangan lain menilai rendahnya interaksi antar penonton dan singkatnya waktu menonton membuat peluang tertular menjadi berkurang.
Anne Rimoin, PhD, MPH, seorang profesor epidemiologi dari UCLA Fielding School termasuk salah satu ilmuwan yang tak sepakat bioskop beroperasi saat Pandemik. Dia beralasan bioskop adalah tempat dengan ventilasi kurang optimal padahal banyak orang berkumpul sambil makan dan minum selama 2-3 jam.
WHO dalam kesempatan lain juga pernah menyatakan peluang terjadinya transmisi virus melalui udara di ruangan tertutup sangat besar. Untuk itu penting agar menghindarkan diri dari tempat-tempat yang memiliki risiko penyebaran virus covid-19.

Rencana pembukaan bioskop tentunya juga dibarengi dengan protokol kesehatan yang harus diikuti oleh setiap pihak yang terkait.
Berbagai aturan baru pun mulai dicanangkan, agar penyebaran virus covid-19 dapat ditekan. Seperti kapasitas penonton yang dikurangi, duduk yang berjarak, hingga pemakaian masker selama menonton.
Meskipun begitu, peluang terjadinya penularan masih tetap ada. Terlebih bila ventilasi bioskop yang tidak optimal.
Sehingga, sangat penting untuk tetap menjaga diri. Meski sudah menjalankan protokol kesehatan yang berlalu.

Namun, risiko penularan di bioskop ternyata jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan aktifitas diluar ruangan lain. Seperti gym dan bar atau tempat makan.
Natascha Tuznik, profesor madya penyakit menular dari UC Davis Health mengatakan duduk dan menonton di ruangan bioskop lebih aman dibanding kedua tempat tersebut
Ada beberapa alasan mengapa penularan di bioskop terbilang berisiko lebih kecil, yaitu:

Namun, bila nantinya bioskop memang sudah resmi dibuka, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guna meminimalisir risiko penularan, yaitu:
Entah kamu pihak yang pro maupun kontra dengan kebijakan ini, hal terpenting dilakukan saat berada di luar ruanga adalah disiplin menerapkan 3M lewat mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.
(Sumber: gooddoctor.co.id)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya