Ciri - Ciri Pantun : Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Rabu, 5 Agustus 2020 12:00
Ciri - Ciri Pantun : Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang masih tetap digunakan hingga saat ini.

Dream - Selain di pelajaran bahasa Indonesia, pantun sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam acara komedi televisi, pantun menjadi hal lumrah yang digunakan komedian untuk menghibur para penonton.

Pantun berasal dari kata patuntun yang dulunya diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun membacanya. Selain berisi nasihat ataupun pesan tertentu, pantun juga bisa disampaikan untuk hiburan. 

Pantun sendiri merupakan salah satu jenis puisi lama yang masih tetap digunakan hingga saat ini. Pantun dapat diartikan sebagai jenis puisi lama, yang tiap baitnya terdiri dari empat baris. Dalam setiap pantun, ada sampiran dan isi. 

Setelah mengetahui pengertian pantun, kita juga perlu mengetahui ciri-ciri pantun, jenis-jenis dan contohnya. Berikut ulasannya. 

1 dari 5 halaman

Ciri-Ciri Pantun

Karena bentuk katanya yang khas, pantun menjadi salah satu puisi lama yang masih banyak dijumpai hingga saat ini. Berikut adalah ciri-ciri pantun:

1. Setiap bait terdiri atas empat baris

Ciri-ciri pantun yang pertama adalah setiap bait terdiri atas empat baris. Kalau sebuah prosa memiliki istilah paragraf untuk tiap kalimat dalam satu gagasan utama, puisi menyebutnya sebagai bait.

Bait tersebut berisi kata-kata yang dikategorikan sebagai sebuah gagasan. Umumnya tiap bait memiliki ciri khas tersendiri bergantung jenis puisi yang dibuat. 

Untuk pantun biasanya akan terlihat memiliki ciri khas yang kuat. Setiap bait dalam pantun selalu terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik.

2. 8-12 Suku Kata di Tiap Baris

Kedua, ciri-ciri pantun lainnya adalah memiliki 8-12 suku kata di tiap barisnya. Pada awalnya, pantun lebih sering disampaikan secara lisan dan langsung, tidak ditulis. Hal ini menyebabkan tiap baris dalam pantun akan dibuat lebih singkat, namun tetap padat isi. 

2 dari 5 halaman

3. Memiliki Sampiran dan Isi

Selanjutnya, ciri-ciri pantun yang khas adalah memiliki sampiran dan isi. Karena keunikannya, pantun menjadi lebih mudah diingat karena terkadang berisi pengantar yang puitis hingga terdengar jenaka.

Pengantar biasanya dibuat tidak berhubungan dengan isi, namun menjelaskan peristiwa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Dalam pantun, pengantar ini lebih dikenal sebagai sampiran.

Dalam pantun, sampiran akan selalu berada di baris pertama dan ke dua. Sementara itu, isi pantun menyusul di posisi baris ketiga sampai keempat.

4. Berima a-b-a-b

Ciri-ciri pantun yang terakhir adalah memiliki pola rima a-b-a-b. Rima atau yang lebih dikenal sebagai sajak merupakan sebuah kesamaan bunyi di tiap baris puisi. Ciri ini biasa dijumpai di beberapa jenis puisi lama yang kental, seperti pantun. 

Yang dimaksud dengan rima a-b-a-b adalah ada kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga pantun dan baris kedua dengan baris keempat. Jadi, kesamaan bunyi pada pantun selalu terjadi antara sampiran dan isi.

3 dari 5 halaman

Jenis-Jenis Pantun

Setelah mengetahui ciri-ciri pantun, kita juga harus memahami berbagai jenis pantun berdasarkan tema isinya.

1. Pantun Nasihat

Sesuai dengan asal katanya, panuntun yang berarti nasihat, pantun dibuat untuk memberi anjuran atau pesan kepada orang lain. Pantun nasihat dibuat dengan tujuan menyampaikan pesan moral atau didikan.

Contohnya:   Jalan-jalan ke Kota Blitar  Jangan lupa membeli sukun Jika kamu ingin pintar belajarlah dengan tekun

2. Pantun Jenaka

Jenis pantun jenaka merupakan pantun yang bertujuan untuk menghibur. Selain itu, pantun jenaka dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung. Pantun jenaka yang dilantunkan diharapkan akan membawa suasana lebih riang. 

Contohnya:   Duduk manis di bibir pantai  Lihat gadis, aduhai tiada dua  Masa muda kebanyakan santai Sudah renta sulit tertawa 

4 dari 5 halaman

3. Pantun Teka Teki

Ciri-ciri pantun teka-teki adalah kalimat pertanyaan pada baris akhir pantun. Pantun ini berisi teka-teki untuk para pendengarnya.

Contohnya:

Terendak bentan lalu dibeli
Untuk pakaian, saya turun ke sawah
Kalaulah tuan bijak bestari
Apa binatang kepala di bawah? 

4. Pantun Cinta

Pantun cinta merupakan pantun yang berisi tentang perasaan cinta dan romantisme. Sampai saat ini, pantun cinta masih digunakan sebagai cara untuk mengungkapkan cintanya. 

Contoh: 

 

Walaupun hanya sebatang tebu 

Tetapi bisa diramu

Walaupun jarang ketemu

Cintaku hanya untukmu

5 dari 5 halaman

5. Pantun Agama

Seperti pantun nasihat, pantun agama digunakan untuk memberikan pesan moral dan didikan sesuai dengan ajaran agama.  

6. Pantun Peribahasa

Seperti namanya, pantun peribahasa merupakan pantun yang didalamnya terdapat kalimat peribahasa yang pada umumnya memiliki susunan tetap.

Contoh:

Berakit-rakit ke hulu

Berenang kita ke tepian

Bersakit-sakit dahulu

Bersenang-senang kemudian

 

Sumber : Studio Belajar dan dari berbagai sumber

Beri Komentar