Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hewan Peliharaan Di Shanghai Dibunuh Akibat Badai Covid-19 (DailyStar, TheSun)
Dream - Wabah Covid-19 kembali merebak di China, tepatnya di Kota Shanghai. Tingginya kasus positif di kota itu membuat warga stres hingga banyak bunuh diri.
Dikutip dari DailyStar, warga Shanghai dilaporkan telah mengakhiri nyawa mereka sendiri, sementara hewan peliharaan telah dibunuh.
Akibat badai Covid-19 itu, Shanghai kini memberlakukan lockdown ketat. Bahkan disebut sebagai lockdown terketat di dunia.
Kota terpadat di China itu telah menjalani lockdown lebih dari lima minggu. Mereka yang dites positif dikumpulkan dan dibawa ke pusat karantina yang sempit untuk waktu yang tidak ditentukan.
Penduduk yang kelaparan telah merampok toko kelontong. Pemerintah juga menerbangkan drone untuk memberitahu penduduk agar mengendalikan keinginan bebas dari lockdown.
Namun karena ketatnya aturan lockdown membuat sejumlah warga menjadi stres sehingga mendorong beberapa orang untuk bunuh diri.

Hewan peliharaan mereka yang tertular virus juga dilaporkan dibunuh oleh pekerja Covid-19 karena mereka khawatir bisa menyebarkan virus mematikan tersebut.
Sebuah video diposting ke Twitter menunjukkan kantong sampah hijau besar yang diduga berisi mayat kucing dan anjing yang ditinggalkan di sisi jalan.
Tampak dalam video tersebut seorang yang dinyatakan positif Covid-19 masuk ke dalam mobil untuk diantar ke tempat karantina.
Pemilik itu menulis di video bahwa ia sengaja melepaskan anjingnya di jalanan agar ia bisa mencari makan sendiri. Tetapi kemudian seorang pekerja pencegahan Covid-19 dilaporkan memukul anjing itu tiga kali dengan sekop hingga mati.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya