Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Arus Di Kedalaman Laut Cukup Kuat Sehingga Menghambat Proses Pencarian
Dream - Tim pencari runtuhan pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh 28 Desember 2014 lalu di Laut Jawa dilaporkan telah menemukan bagian ekor pesawat.
" Saya mendapatkan laporan yang terkonfirmasi dan hasilnya ada benda di bawah air dengan tulisan A,X. Dan ada tulisan Air-nya. Maka saya pastikan ini adalah ekor pesawat dengan gambar dan tulisan yang saya sampaikan. Lokasi ditemukan ekor berbeda dari yang digembar-gemborkan di media kemarin," kata Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo.
Para penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang menyelam ke dasar Laut Jawa masih kesulitan menemukan puing-puing pesawat QZ8501.
Pasalnya, daerah sekitar lokasi pencarian masih diliputi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Belum lagi arus di kedalaman laut yang cukup kuat sehingga menghambat proses pencarian.
Diduga ekor dan bagian badan pesawat dari Airbus A320-200 terdeteksi di kedalaman 30 meter. Tetapi mereka belum bisa melakukan penyelidikan terhadap puing-puing itu dengan baik.
" Total hingga kini sudah ditemukan 40 jenazah. Zona tambahan akan diperluas dan zona prioritas akan terus jadi fokus kita," ujar Bambang.
Ia menambahkan, KNKT dan tim pencarian termasuk kapal Baruna Jaya sekarang berusaha mati-matian untuk mencari lokasi black box, karena mereka punya alat pinger locator. Bagian ekor pesawat merupakan tempat black box seharusnya berada.
AirAsia QZ8501 jatuh di lepas pantai Kalimantan Barat pada tanggal 28 Desember, setelah 40 menit terbang dari Bandara Juanda, Surabaya menuju Singapura. Di antara 162 orang penumpang, tidak ada yang selamat. (Ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya