Horor Delay 13 Jam, Pria Renta Meninggal Dalam Pesawat

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 7 Januari 2015 08:28
Horor Delay 13 Jam, Pria Renta Meninggal Dalam Pesawat
Pesawat Etihad Airways sebetulnya telah mengangkasa setelah13 jam delay di Bandara Abu Dhabi.

Dream - Horor keterlambatan jam penerbangan (delay) selama 13 jam di Bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab berakhir memilukan. Seorang penumpang berusia senja dilaporkan meninggal dunia usai pesawat kembali bisa mengangkasa.

Maskapai Etihad Airways dengan nomor penerbangan EY23 dari Abu Dhabi menuju Dussldorf sebelumnya terpaksa memarkirkan pesawatnya selama 13 jam. Pemicunya kabut yang dikhawatirkan mengganggu penerbangan pesawat.

Usai menunggu belasan jam tersebut, otoritas Bandara akhirnya mengizinkan kembali Etihad untuk mengudara. Nahas, pesawat yang sudah mengangkasa itu terpaksa melakukan pendaratan darurat kembali di Bandara Vienna.

Keterangan tertulis maskapai seperti dikutip Khaleej Times, Selasa, 6 Januari 2015, menyatakan pesawat terpaksa mendarat karena salah seorang penumpangnya meninggal dalam perjalanan.

" Penerbangan Etihad Airways EY23 dari Abu Dhabi kembali ke Vienna pada Sabtu, 3 Januari 2015 akibat adanya keadaan gawat yang menimpa kesehatan salah seorang pria berusia 73 tahun," ungkap manajemen Etihad.

Penumpang di dalam pesawat seperti dikutip The National, menyebutkan dirinya bersama suami sempat memberikan pertolongan kepada pria tersebut atas permintaan dari awak kabin.

Kim Bekelaar, 28 tahun merupakan ahli neurologist dari Maastricht Univeristy mengaku sempat memberikan saran penanganan kepada kru pesawat.

" Kami menemukannya tengah duduk di kursi dan masih bernapas. Namun ketika kami membaringkannya di lantai dia mulai kesulitan bernapas," kata Bekelaar. " Tak ada denyut nadi."

Dengan kejadian mendadak ini, Etihad mengaku telah kembali menyewa kamar hotel untuk penumpang pesawat yang kembali mengalami delay.

Setelah perjalanan 30 jam dari jadwal semula, para penumpang Etihad akhirnya tiba di Dusseldorf.

Manajemen Etihad berjanji akan meninjau ulang prosedur terkait mahalnya biaya untuk menangani dampak delay bagi penumpang.

Beri Komentar