Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penjelajah Menemukan Bakteri Di Dalam Lapisan Tanah Gurun (Foto: Science Alert)
Dream - Penjelajah planet bernama Zoe menemukan bakteri asing dari tanah yang digalinya di lingkungan mirip Mars, Gurun Atacama, di Chili. Beberapa bakteri yang ditemukan itu bahkan belum tercatat oleh ilmu pengetahuan.
" Temuan ini penting karena sebagian besar ilmuwan sepakat bahwa setiap kehidupan di Mars menghindari kehidupan keras di mana radiasi tinggi, suhu rendah, dan kekurangan air membuat hidup terasa sulit," kata ahli biologi Yale-NUS College, Singapura, Stephen Pointing, dikutip dari Science Alert, Kamis, 28 Februari 2019.
Seperti diketahui, Mars lebih kering ketimbang bumi. Kondisi semacam itu mirip dengan Gurun Atacama.
Di gurun tersebut, hujan tidak turun selama beberapa dekade. Tapi tahun lalu, untuk pertama kalinya, kehidupan mikroba ditemukan tumbuh subur di permukaannya.
Permukaan Mars, seperti yang ditunjukkan Stephen, lebih keras ketimbang permukaan Gurun Atacama. Tetapi ketika Zoë mengebor untuk mengambil inti sampel hingga kedalaman 80 sentimeter, dia menemukan mikroba bawah permukaan yang menunjukkan cara suatu mahluk bertahan hidup.
" Kami melihat bahwa semakin dalam tanah, ditemukan komunitas bakteri yang didominasi oleh bakteri yang dapat tumbuh subur di tanah yang sangat asin dan basa," ujar dia.
Stephen menyebut, sekelompok bakteri yang bertahan dengan metabolisme metana ditemukan di kedalaman 80 sentimeter.
" Ini sangat menarik karena menunjukkan bahwa di bawah permukaan Gurun Atacama mendukung mikroba yang sangat khusus yang dapat tumbuh subur di tanah seperti Mars," ujar dia.
Bakteri yang memetabolisasikan metana, katanya, adalah yang paling menarik. Bakteri itu cukup jauh di bawah permukaan, dan memiliki kemampuan untuk menggunakan substrat yang dikenal berlimpah di Mars.
Rencananya, Zoe akan menggali lebih dalam contoh tanah di gurun tersebut. Zoe akan mengebor tanah hingga kedalaman 2 meter untuk mencari contoh bakteri.
Dari hasil temuan sementara ini, tim dari Yale-NUS juga juga menyusun ide tentang di mana untuk memulai pengeboran di Mars.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya