Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kendaraan Berserakan Akibat Terjangan Banjir Di Garut (Twitter: @infogarut)
Dream - Banjir bandang disertai longsor melanda Kabupaten Garut. Di waktu hampir bersamaan, banjir juga menerjang wilayah Sumedang, Jawa Barat . Kedua bencana ini terjadi akibat hujan turun sangat lebat dan waktu yang lama.
Banjir di Garut terjadi di di daerah Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Rabu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 hingga 2 meter ini terjadi akibat luapan arus Sungai Cimanuk dan Cikamuri secara cepat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir di kawasan ini menelan korban.
" Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Garut terdapat delapan orang tewas, satu orang hilang, empat orang luka berat, 26 luka ringan dan ratusan orang mengungsi," ujar Sutopo, dikutip dari bnpb.go.id, Rabu, 21 September 2016.
Pada waktu yang hampir bersamaan, bencana longsor melanda Desa Cimareme, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Bencana ini terjadi pada Selasa, 20 September 2016 pukul 22.00 WIB.
Longsor ini menimbun dua unit rumah. Saat evakuasi, ditemukan dua orang korban meninggal dan diduga masih ada dua orang lagi yang tertimbun.
" Pencarian korban masih dilakukan," ucap Sutopo.
Lebih lanjut, Sutopo mengatakan saat ini proses pencarian dan penyelamatan korban masih terus dijalankan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat.
© Dream
Bupati Garut Rudy Gunawan seketika menetapkan Garut dalam kondisi darurat. Penetapan ini menyusul adanya banjir bandang yang telah menimbulkan sejumlah korban dan kerusakan.
" Garut dalam situasi darurat bencana. Saya imbau agar semua warga meningkatkan kewaspadaan," ujar Rudi, dikutip dari garut-express.com, Rabu, 21 September 2016.
Rudy mengatakan telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar segera menyalurkan bantuan kepada warga yang terkenda dampak bencana. Dia mengaku belum mengetahui data kerugian yang timbul akibat bencana ini.
" Untuk korban masih dihitung dan diidentifikasi dulu. Nanti setelah pertolongan dilakukan akan didata," kata Rudy.
Delapan jembatan dari Kota Garut hingga Limbangan dinyatakan dalam kondisi berbahaya. Ini lantaran air sungai meluap hingga di atas permukaan jembatan.
Lebih lanjut, Rudy mengatakan bencana banjir bandang baru sekali ini terjadi di Garut. Dia menyatakan akan memberikan komando langsung untuk menangani bencana ini sekaligus menyalurkan bantuan kepada korban terdampak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya