Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jesselyn Ng, Guru Seni Di Singapura Ini Meninggal Setelah Berjuang Melawan Kanker (worldofbuzz.com)
Dream - Kepergian seseorang yang sangat berarti tentu membuat orang lain begitu sedih. Apalagi orang yang meninggal masih muda dan punya kesan begitu mendalam.
Tampaknya hal ini sangat disadari oleh Jesselyn Ng. Sebelum meninggal, setelah berjuang melawan kanker, wanita ini menulis surat perpisahan bagi semua orang yang mengenalnya.
Jesselyn Ng adalah seorang guru seni di Singapura. Guru penuh semangat ini didiagnosis dengan kanker.
Pertempurannya dengan penyakit berbahaya itu hanya berlangsung singkat, hanya 10 bulan. Setelah itu, dia mengalami koma.
Gadis 21 tahun itu tetap hidup dengan mesin penopang kehidupan. Tetapi karena ingin mengakhiri penderitaan anak mereka, orangtuanya membuat keputusan yang paling menyakitkan, melepas mesin penopang kehidupan Jesselyn.
© Dream
Tanpa bantuan mesin, Jesselyn hanya bisa bertahan untuk sementara waktu dan meninggal lima hari kemudian.
Sebuah akun Facebook yang dibuat khusus untuk Jesselyn memuat pesan yang diunggah oleh kakaknya. Unggahan tersebut berisi pesan terakhir Jesselyn, yang menyatakan dia telah menemukan kedamaian.
Pada hari-hari terakhirnya, kakak Jesselyn membantu menuliskan pesan yang menyejukkan untuk orang-orang akan dia tinggalkan. Beginilah pesan terakhir Jesselyn kepada orang-orang yang telah mendukung dan mencintainya selama ini.
Berikut isi pesan menggetarkan itu:
© Dream
Untuk semua orang yang mencintai dan peduli kepadaku:
Hari ini, aku mengucapkan selamat tinggal. Setelah 10 bulan berjuang melawan kanker, aku sudah memutuskan aku siap untuk pergi. Dokter menganggap kasusku 'secara medis sia-sia', yang berarti tidak ada yang bisa mereka lakukan untukku lagi.
Aku tidak pernah tahu bagaimana aku bisa kena penyakit ini, atau bagaimana penyakit itu bisa mengambil hidupku begitu saja. Aku tidak pernah mendapat kesempatan untuk mengucapkan terima kasih kepada begitu banyak orang yang sudah mencintaiku dan menunjukkan kepadaku dukungan melalui masa sulit ini.
Jadi terima kasih, setiap orang dari kalian. Keluarga, teman, teman-teman yang aku tidak bisa hubungi atau lihat untuk waktu yang lama, dan orang lain yang datang, terima kasih. Terima kasih untuk yang datang mengucapkan selamat tinggal kepadaku. Terima kasih atas surat kalian, ingatlah aku. Untuk semua kenangan indah yang telah kita buat selama 21 tahun ini. Aku akan membawa semuanya itu bersamaku.
Papa, Mama, dan Jiejie, terima kasih karena merawatku tanpa lelah selama ini. Meskipun harus bekerja, kalian tidak pernah berhenti memikirkanku. Terima kasih karena mengorbankan waktu kalian dan tidur di sini denganku sepanjang waktu, berbicara kepadaku dan mendorongku untuk berjuang.
Aku sedih melihat wajah kalian yang penuh kekhawatiran dan menangis. Jangan menangis, karena aku di tempat yang lebih baik sekarang. Aku akan tidak perlu lagi harus merasakan sakit, aku tidak akan menderita lagi. Jadi tersenyumlah, aku tidak ingin melihat kalian semua begitu sedih, ok?
Aku sangat tersentuh dengan semua cinta yang aku terima selama ini. Aku berjanji akan baik-baik saja di mana pun aku pergi, dan aku akan senang.
Kalian semua jangan khawatir tentang diriku, aku akan baik-baik saja. Aku harap bisa bertemu kalian semua lagi lain kali. Sampai saat itu, aku akan menjaga cinta kalian bersamaku.
Selamat tinggal untuk saat ini, semua orang <3
Cinta selalu,
Jesselyn (TinynMighty)
© Dream
Pesan perpisahan yang ditulis Jesselyn ini telah membuat banyak orang yang membacanya meneteskan air mata.
Kata-katanya yang lembut selamanya akan mengisi hati orang-orang yang dicintainya, membantu mereka melalui kesedihan karena Jesselyn sekarang di tempat yang lebih baik.
Kata-kata terakhir Jesselyn juga menjadi pengingat bagi semua orang untuk menghargai segala yang dimiliki. Bersyukur dengan apa yang ditawarkan kehidupan.
Sumber: worldofbuzz.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya