Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Van Muon Terpaksa Membawa Jasad Sang Adik Dengan Motor. (foto: Phapluatso.com)
Dream - Foto memilukan memperlihatkan seorang pria di Vietnam membawa pulang jasad adiknya yang dibungkus tikar menggunakan sepeda motor.
Dengan kaki adiknya yang menjuntai, pria dari etnis minoritas di Provinsi Son La tersebut mengundang perhatian banyak orang di sepanjang perjalanannya.
Merasa penasaran, koran Tuoi Tre menghubungi pria tersebut yang ternyata bernama Lo Van Muon.
Menurut Van Muon, dia terpaksa mengangkut jasad adiknya yang meninggal, Lo Thi P, kembali ke kampung halaman mereka dengan sepeda motor karena.....
© Dream
Van Muon mengaku terpaksa mengangkut jasad adiknya yang meninggal, karena tidak mampu membayar biaya transportasi.
Menurut keponakan Thi P, bibinya itu berusia 40 tahun dari etnis minoritas Thailand di Distrik Quynh Nhai. Thi P sendiri adalah anak kedua dari empat bersaudara dalam keluarga.
" Anggota keluarga semuanya petani, yang tidak punya penghasilan yang cukup. Suami Thi P meninggal pada tahun 2012, sehingga almarhumah hidup sendirian dengan anaknya yang berusia enam tahun," lanjut si keponakan.
© Dream
Thi P dirujuk ke Rumah Sakit Tuberculosis dan Penyakit Paru Son La pada akhir Agustus dalam kondisi sangat lemah dan berat tubuh hanya 30 kilogram.
" Dia diduga terinfeksi HIV," kata Luong Van Tuan, direktur rumah sakit.
Meskipun kondisi Thi P tampak membaik selama pengobatan, Van Tuan menceritakan bahwa kesehatan wanita itu mulai memburuk setelah sakit flu akibat mandi satu hari.
Meski kesehatannya memburuk, keluarga, serta Thi P sendiri, bersikeras pulang pada 12 September.
Dokter pun berusaha agar almarhumah bisa berbicara normal, dan memiliki tekanan darah stabil ketika ia keluar dari rumah sakit.
Van Muon mengatakan dia menyewa ojek untuk membawa pulang adiknya karena anggaran yang terbatas.
" Manajer di rumah sakit tidak menawarkan transportasi apapun untuk adikku," kata pria itu.
P Thi meninggal setelah meninggalkan rumah sakit. Memilukannya lagi, tukang ojek menolak melanjutkan perjalanan setelah sekitar 30 kilometer, jelas Van Muon.
Karena rumah mereka masih 90 kilometer jauhnya, Van Muon membeli tikar bambu untuk menutupi jasad adiknya sebelum membawanya sendiri hingga ke rumah.
© Dream
Menurut Van Tuan, dokter yang menangani P Thi bertanya Muon empat kali tentang transportasi. Tapi Van Muon menyatakan bahwa ia telah terlanjur memanggil ojek untuk membawa pulang adiknya yang sakit.
" Para pemimpin departemen yang merawat P Thi seharusnya melaporkan kasus ini ke manajer rumah sakit, tetapi mereka tidak. Itu adalah kesalahan kami," jelas Van Tuan.
" Kami bermaksud untuk menawarkan kompensasi kepada keluarga pasien sebesar US$ 224,15 (sekitar Rp 3 juta) sebagai bantuan untuk upacara pemakaman Nyonya P Thi," tambahnya.
(sumber: phapluatso.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya