Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Makam Budi Di Dalam Ruang Tamu Rumahnya (Foto: Sidoarjoterkini.com)
Dream - Masyarakat Sidoarjo gempar setelah mengetahui kabar adanya seorang warga yang jenazahnya dimakamkan di dalam rumah. Adalah Budi (43 tahun), warga Dusun Jedong Pandaian RT 06 RW 02, Desa Jati Alun-alun, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, yang jenazahnya dikuburkan di ruang tamu rumah sejak Senin 12 September 2016.
Diketahui, Budi meninggal di rumah sakit lantaran penyakit yang dideritanya. Pihak keluarga memakamkan almarhum dengan cara yang tak lazim itu lantaran Budi pernah berwasiat kepada sang istri, Ida (42 tahun) agar jenazahnya dimakamkan di dalam rumah.
" Almarhum berwasiat kepada ahli warisnya kalau beliaunya meninggal dimakamkan di dalam rumah. Setelah itu saya berkoordinasi dengan warga radius beberapa meter nggak ada yang keberatan," ujar Ansori, Kepala Desa Jati Alun-alun.
© Dream
Melihat gempar dan resahnya warga saat ini, Ansori pun mengaku bingung. Pasalnya, menurut dia, sebelumnya warga sudah dibuatkan surat pernyataan bersama. " Saya juga sempat berkoordinasi sama Pak Kiai-nya dan warga tidak keberatan. Maka saya memberanikan diri memakamkan di dalam rumah," lanjutnya menerangkan.
Sementara itu, Abdul Rozak (55 tahun), warga setempat mengaku takut dengan keberadaan makam itu. Terkait surat pernyataan yang diberikan oleh perangkat desa, dia mengaku tidak memahami isinya. " Waktu pulang kerja, tiba-tiba saya disuruh tanda tangan gitu aja," kata Abdul Rozak.
© Dream
Keresahan yang sama juga dirasakan Abdurrohim (53 tahun), tetangga yang tidak jauh rumahnya dengan almarhum Budi. Dia khawatir makam di dalam rumah itu bakal mengundang kemusyrikan. Abdurrohim berharap makam tersebut bisa segera dipindahkan ke pemakaman umum desa setempat.
Menanggapi kasus ini, Kapolsek Prambon, AKP Satuji saat di lokasi menyatakan pihaknya akan mengevaluasi ulang keberadaan makam ini karena banyaknya warga yang resah. " Akan kita tinjau kembali dan akan kita musyawarahkan dengan tokoh-tokoh agama terkait warga yang resah," katanya.
(Sumber: sidoarjoterkini.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya