Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Game Mario Bross. (foto: Gizmodo.com)
Dream - Pernah memainkan game Super Mario? kalau diperhatikan, game ini selalu dimulai dari kiri ke kanan, bukan dari kanan ke kiri.
Kamu pasti bertanya-tanya mengapa video game jenis side-scrolling tahun 80 dan 90-an itu hampir selalu bergulir dari kiri ke kanan.
Padahal banyak game yang dibuat lebih banyak bergerak dari kiri ke kanan. Alasannya, gerak itu " lebih masuk akal" . Lalu mengapa game Super Mario berbeda.
Tanda tanya itu akhirnya kini terkuak. Ilmu pengetahuan telah memecahkan teka-teki itu. Ternyata....
© Dream
" Otak kita sangat suka gerakan kiri ke kanan karena itu gerakan yang lebih mudah dilakukan," kata psikolog Peter Walker dari Lancaster University.
Kesimpulan tersebut didapat Walker melalui analisis terhadap ribuan gambar orang dan objek bergerak yang lebih cenderung bergerak dari kiri ke kanan.
Menurut Walker bukti yang luas tentang kecenderungan terhadap arah tersebut mengindikasikan bias mendasar bagi gerakan visual. Itulah mengapa karakter video game tahun 80 dan 90-an (seperti Super Mario) berlari dari kiri ke kanan.
" Konvensi artistik yang digunakan untuk menghidupkan objek pada gambar diam adalah membuat karakter yang selalu maju ke depan (kanan) dalam gerakan mereka. Semakin condong ke kanan berarti kecepatan yang lebih besar. Konvensi lain, yang terungkap dalam penelitian ini, adalah menggambarkan karakter yang bergerak dari kiri ke kanan," jelas Walker.
© Dream
Menariknya, bias (kecenderungan kiri ke kanan) tampaknya hanya berlaku untuk gambar objek yang bergerak. Ketika orang atau objek dalam posisi diam dalam sebuah foto atau gambar, selalu digambarkan dalam pose menghadap ke kiri atau ke kanan.
" Ini bisa menunjukkan kiri ke kanan merupakan bias mendasar bagi gerakan visual," katanya.
Bias kiri ke kanan juga dapat ditemukan dalam tipografi, yakni huruf miring, yang digunakan untuk menyampaikan gerak atau kecepatan. Huruf miring selalu tampak bergerak dari kiri ke kanan, bahkan dalam teks-teks Ibrani di mana mata membaca dari kanan ke kiri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya