Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wisuda Universitas Muhammadiyah Purwokerto (Merdeka.com)
Dream - Satu keluarga asal Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi perbincangan hangat. Kisah mereka bisa menjadi inspirasi untuk lebih bersemangat menempuh pendidikan setinggi mungkin.
Keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak, itu tercatat sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Hebatnya, mereka lulus bareng dalam wisuda yang sama, meski gelar yang diraih berbeda-beda.
Mereka yaitu pasangan Muhammad Daswalidin-Heni Mei Deviyani serta putri sulungnya, Aniestra Ahshaina Aghnat. Ketiganya diwisuda di Lapangan Mas Mansoer, Kampus I UMP pada Sabtu 6 Maret 2021. Daswadilin meraih gelar Magister Manajemen, Heni bergelar Magister Pendidikan Dasar, sedangkan Aniestra lulus sebagai Sarjana Farmasi.
" Kami merasa bersyukur pada Allah SWT dan berbahagia (karena) pada kesempatan hari ini, kami satu keluarga dapat mencapai target pendidikan," ujar Daswalidin.
Prestasi ketiganya juga cukup baik. Daswalidin meraih Indeks Prestasi Kumulatif 3,7, sang istri mendapatkan IPK 3,9, sedangkan putri mereka meraih IPK 3,17.
Bagi Daswalidin, wisuda yang dia jalani bersama istri dan putrinya memberi kesan tersendiri. Sebab, wisuda tersebut bisa dijalankan secara offline namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Terkait pilihan untuk kuliah di UMP, dia mengaku perguruan tinggi tersebut memberikan keringanan biaya dalam bentuk beasiswa kader. Sehingga Daswalidin dan sang istri bisa menempuh jenjang magister.
" Kami dapat beasiswa kader dari Muhammadiyah untuk kuliah di UMP, sehingga kami dapat melaksanakan perkuliahan dengan sempurna, maksimal, dan Alhamdulillah dapat lulus bersama," ucap pria yang berprofesi sebagai guru di SMK Muhammadiyah Bumiayu itu.
Untuk putrinya yang meraih gelar Sarjana Farmasi, Daswalidin mengatakan akan melanjutkan ke pendidikan Profesi Apoteker. Ke depan, kata dia, sang anak dapat menjadi wirausahawati.
Sang istri, Heni, mengaku senang bisa lulus sesuai target yang sudah disusun bersama. Dia mengaku bersama sang suami bisa menyelesaikan pendidikan magister selama dua tahun, sementara sang anak empat tahun.
" Kami saling menyemangati, ketika mengerjakan, sendiri-sendiri dan saling berbagi," kata guru di SD Negeri Kranggan, Pekuncen, Banyumas ini.
Sementara, sang putri, Aniestra, sangat terkesn dengan pengalaman yang didapatnya. Dia bisa lulus bersama dengan bapak dan ibunya.
" Pastinya, momentum yang sangat langka, yang tidak semua orang mungkin bisa merasakan wisuda bersama," ucap dia.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya