Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konferensi Pers Bawaslu Dan FKUB Soal Kampanye Pilkada DKI Bebas SARA (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mendorong pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 mendatang bebas dari kampanye suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
Imbauan ini disampaikan lantaran DKI Jakarta dikategorikan belum baik dalam indeks kerukunan umat beragama.
" Jangan sampai saat pelaksanaan Pilkada terjadi pelanggaran semacam itu," kata Pimpinan Bawaslu DKI Muhammad Jufri, disela-sela diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2016.
Berdasarkan indeks yang dibuat oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama pada 2016, DKI Jakarta memiliki nilai indeks kerukuan beragaman 74,01. Nilai tersebut, menempatkan DKI Jakarta berada di urutan terbawah
Menurut Ketua FKUB DKI Jakarta KH Syafii Mupid, mendekati masa kampanye, dialog-dialog keagamaan terus dilakukan. Bercermin pada Pemilu tahun-tahun sebelumnya, dengan berdialog antarpemeluk umat beragama, penggunaan isu SARA sebagai bahan kampanye menunjukkan penurunan.
Syafii berharap kondisi yang memanas saat Pilkada tidak akanmemecah belah masyarakat. Untuk itu, Ishomuddin meminta bantuan media massa untuk menyuarakan informasi yang tidak memecah belah kerukunan umat beragama di Jakarta.
" Awak media juga bisa membantu menciptakan suasana Pilkada yang berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan," ucap Syafii.
Hal senada juga diharapkan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ahmad Ishomuddin. Selain dialog antarumat beragama, para tim sukses diharapkan tidak berkampanye dengan membawa agama.
" Seharusnya fokus pada program supaya Jakarta lebih maju. Ini tanggung jawab kita semua," ucap Ishomuddin. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya