Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penjara Tempat Nelson Mandela Ditahan (Indiatimes.com)
Dream - Uang sebanyak Rp4,3 miliar tentu bisa dipakai untuk menyewa kamar yang super mewah, bahkan mungkin masih sisa. Tapi, bagaimana jika untuk tidur di dalam penjara yang sempit?
Itulah yang ditawarkan sejumlah aktivis sosial di Afrika Selatan lewat program CEO SleepOut. Program ini mengajak para pemilik perusahaan besar untuk tidur di dalam penjara.
Tentunya bukan penjara biasa, melainkan ruang tahanan yang pernah ditempati tokoh demokrasi Afrika Selatan, Nelson Mandela selama 27 tahun. Penjara itu berada di Pulau Robben, lepas pantai Cape Town.
Dikutip dari India Times, untuk menginap dalam ruangan selebar 2,4x 2,1 meter itu, peserta harus membayar US$300 ribu, setara Rp4,3 miliar. Uang tersebut nantinya digunakan untuk amal.

Program unik tersebut ditawarkan secara online dengan harga awal US$250 ribu, setara Rp3,5 miliar. Diharapkan harga meningkat menjadi US$300 ribu saat penutupan pada 16 Juli nanti.
" Lelang penjara dilaksanakan untuk membiayai Jalur Pipa Penjara ke Perguruan Tinggi (Prison-to-College Pipeline), memberikan pendidikan bagi narapidana dalam penjara," ujar juru bicara program CEO SleepOut, Liane McGowan.
Pemenang lelang berkesempatan menghabiskan satu malam di ruang penjara nomor 7, tempat Mandela ditahan. Sementara 66 pemenang lainnya tidur di ruang lainnya di dalam komplek penjara yang kini menjadi museum dan situs Warisan Dunia itu.
Jalur Pipa Penjara ke Perguruan Tinggi merupakan program inisiatif untuk memberikan kesempatan bagi para narapidana mendapatkan pendidikan tingkat universitas. Program ini juga mengajak para pemimpin perusahaan besar meningkatkan perhatian kepada kaum miskin dan tunawisma. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya