Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesantren Ini Melahirkan Para Hafidz Dan Hafidzah Yang Akan Menjadi Juru Dakwah Di Masa Depan
Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan bantuan Rp100 juta dan satu unit mobil ambulans untuk Endang Irawan, seorang pengemudi ojek online yang mendedikasikan hidupnya mengasuh anak yatim dan dhuafa melalui pesantren yang ia dirikan.
Bantuan diserahkan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Mohd Nasir Tajang yang mendatangi langsung ke Pondok Pesantren Nurul Iman di Ciomas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 15 September 2018.
Nasir mengatakan Baznas mengapresiasi perjuangan Endang dalam kondisi terbatas, namun mampu melahirkan para hafidz dan hafidzah yang akan menjadi juru dakwah di masa depan.
" Baznas bangga menjadi bagian dari perjuangan Pak Endang dalam memajukan umat melalui pendidikan di pesantren ini. Hari ini kami mengantarkan amanah umat yang menunaikan zakatnya melalui Baznas," katanya.
Endang Irawan merasa bersyukur dengan bantuan dana dan ambulans dari Baznas. Ia tak menyangka akan mendapatkan perhatian masyarakat sedemikian baiknya.

Diketahui, lokasi pesantren Nurul Iman berada di pelosok yang susah sinyal dan tidak dilalui angkutan umum.
" Kalau ada santri sakit, bagaimanapun keadaannya hanya kami bawa pakai motor karena kami tidak punya mobil. Karena itu kami sangat berterimakasih kepada Baznas atas semua bantuan yang diberikan, sangat bermanfaat," katanya.
Pondok Pesantren Nurul Iman yang berdiri sejak 12 tahun lalu telah mendidik anak usia 12-24 tahun untuk menghafal Al Quran. Sebagian dari para santri tidak ia pungut biaya baik untuk keperluan pendidikan maupun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama belajar di
pondok pesantren.
Hingga saat ini sudah 126 santri yang ia hidupi dan tinggal di bangunan pesantren yang ia bangun. Sementara ia, istri dan anaknya justru memilih mengontrak sebuah kamar yang tak jauh dari lokasi pesantren.
Kata Endang, penghasilan hariannya dari menjadi pengemudi ojek selalu dibagi menjadi empat bagian, yakni menghidupi santri-santrinya, keluarga, membayar kontrakan dan operasionalnya sehari-hari.
Ia percaya, Allah akan terus mencukupkan rejekinya untuk mengurus para santri dan keluarganya. Selama ini banyak hal luar biasa ia rasakan sebab dengan motor tua miliknya, costumer selalu merasa puas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya